Friday, October 16News That Matters

Matahari Saja Sampai Tak Terlihat!


Wacana Berita, Jakarta –

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dilaporkan turut menyelimuti Timor Leste. Kondisi tersebut memaksa pemerintah negara itu menutup sekolah selama tiga hari demi melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

Ibu kota Dili menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Langit tampak menguning, sementara kualitas udara dilaporkan memburuk sejak awal pekan ini.

Kementerian Pendidikan Timor Leste menyatakan penutupan sekolah dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko kesehatan akibat polusi udara.

“Penutupan sekolah secara nasional adalah langkah preventif untuk melindungi kesehatan para siswa, guru, dan anggota komunitas pendidikan lainnya, mengingat kondisi kualitas udara saat ini,” demikian pernyataan Kementerian Pendidikan Timor Leste pada Rabu (14/10).

Seorang bidan berusia 30 tahun, Sonya da Costa Soares, mengatakan kepada AFP bahwa kondisi polusi di Dili sangat parah dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, warga kesulitan melihat matahari akibat pekatnya asap.

“Kami bahkan tidak bisa melihat matahari. Polusinya sangat pekat,” ujar Sonya.

Keluhan serupa disampaikan Felicidade Alves dos Santos Martins. Ia menggambarkan kabut asap sempat menyelimuti ibu kota hingga kawasan pegunungan pada awal pekan ini.

“Rasanya seperti asap kebakaran menyelimuti seluruh Dili dan pegunungan. Polusi ini sangat berbahaya, bisa membuat kami jatuh sakit,” ucapnya.

Meski langit menguning, sebagian besar masyarakat Dili masih menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, banyak warga terlihat mengenakan masker mengikuti instruksi pemerintah.

Penutupan sekolah juga berdampak pada persiapan ujian akhir para siswa. Vitaliano da Costa Calapes, siswa berusia 18 tahun di St. Ignatius Loyola College, mengatakan dirinya dan teman-temannya tetap belajar dari rumah meskipun kegiatan sekolah dihentikan sementara.

Baca Juga: PM Malaysia Buka Suara Usai Dinilai Kurang Tegas Hadapi Kabut Asap dari Karhutla RI

“Kami berada di rumah, tapi kami terus belajar… Kami sebentar lagi akan ujian akhir,” katanya.

Vitaliano berharap kualitas udara segera membaik agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal.

Kabut asap tersebut muncul ketika karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Papua, semakin meluas di tengah kondisi kekeringan yang dikaitkan dengan musim kemarau dan fenomena El Niño. Asap dari kebakaran itu dilaporkan terbawa hingga ke sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *