
PT Kimia Farma Apotek (KFA) meraih predikat Champion Retail dan masuk jajaran Top 17 dari 100 BUMN dalam ajang Danantara Indonesia CX100 Award 2026. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat pengalaman pelanggan melalui optimalisasi peran apoteker dan transformasi layanan ritel kesehatan.
Anak usaha PT Kimia Farma Tbk yang tergabung dalam Bio Farma Group tersebut menerima penghargaan dalam acara yang digelar di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada 13 Oktober 2026.
Direktur Utama sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Merchandising Kimia Farma Apotek, Junus Koswara, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat hubungan dengan pelanggan.
“Penghargaan Champion Retail CX100 ini membuktikan bahwa perusahaan yang mampu bertahan dan terus bertumbuh adalah perusahaan yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya,” ujar Junus dalam keterangan tertulis.
KFA menempatkan pengalaman pelanggan atau customer experience sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnis pada 2027. Perusahaan menilai peningkatan kualitas layanan dapat membantu membangun loyalitas pelanggan, meningkatkan frekuensi transaksi, serta mendorong nilai belanja.
Strategi tersebut menempatkan kualitas interaksi dengan pelanggan sebagai bagian dari pengembangan bisnis ritel farmasi, bukan sekadar aktivitas penjualan obat.
Salah satu fokus transformasi KFA adalah memperkuat peran Apoteker Siaga sebagai garda terdepan pelayanan kefarmasian. Melalui inisiatif ini, perusahaan berupaya mengembangkan layanan apotek yang tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga menyediakan konsultasi, edukasi, dan pendampingan terkait penggunaan obat.
KFA ingin memastikan setiap titik interaksi pelanggan menjadi kesempatan untuk memberikan layanan yang responsif dan profesional. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan apotek.
Transformasi itu sejalan dengan tiga pilar penilaian Danantara Indonesia CX100, yakni effectiveness, ease, dan emotion.
Pilar effectiveness menitikberatkan ketepatan dan kualitas layanan dalam menjawab kebutuhan pelanggan. Sementara itu, ease berkaitan dengan kemudahan akses layanan, baik melalui kanal luring maupun daring. Adapun emotion mencakup pengalaman interaksi yang nyaman, kemampuan membangun kepercayaan, serta penyelesaian keluhan pelanggan.
Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya KFA menyesuaikan model bisnis ritel kesehatan dengan kebutuhan konsumen. Namun, perusahaan belum mengungkapkan besaran investasi untuk transformasi layanan, target pertumbuhan transaksi, maupun kontribusi program Apoteker Siaga terhadap pendapatan.
KFA menilai pengalaman pelanggan dapat berperan dalam menjaga loyalitas dan keberlanjutan bisnis. Pelanggan yang memperoleh layanan sesuai kebutuhan diharapkan kembali menggunakan layanan perusahaan, sehingga mendukung frekuensi transaksi dan nilai belanja.
Junus mengatakan penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari transformasi perusahaan. Menurut dia, kualitas pelayanan perlu terus dijaga agar pelanggan menjadikan Kimia Farma Apotek sebagai mitra kesehatan.
“Bagi kami, pelayanan terbaik bukan hanya tentang pelanggan yang puas, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan agar pelanggan terus memilih Kimia Farma Apotek sebagai mitra kesehatan mereka. Inilah fondasi pertumbuhan bisnis KFA ke depan,” kata Junus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, karyawan, dan seluruh pemangku kepentingan yang mendukung peningkatan kualitas layanan perusahaan.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh pelanggan setia Kimia Farma Apotek dan segenap Insan KFA yang terus menjaga kualitas pelayanan setiap hari. Ini bukan akhir perjalanan, melainkan motivasi untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik dengan semangat #MelayaniSepenuhHati,” tuturnya.
