
PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) bersiap merombak jajaran manajemen setelah masuk ke dalam ekosistem Grup Sinar Mas. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 November 2026 di Jakarta.
Ada tiga agenda yang akan dibahas, yakni konfirmasi pengendali baru setelah Penawaran Tender Sukarela, perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, serta penyesuaian anggaran dasar dengan aturan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Dalam dokumen RUPSLB, Grup Sinar Mas mengusulkan tiga nama untuk mengisi jajaran manajemen KETR, yaitu Johannes dan Mona Angelique Susanto sebagai calon Direksi, serta Marlo Budiman sebagai calon Komisaris.
Johannes memiliki pengalaman di bidang keuangan, operasional, dan telekomunikasi. Ia pernah menjabat sebagai CEO PT Integrasi Jaringan Ekosistem dan menduduki sejumlah posisi di PT Link Net Tbk serta PT SMART Tbk. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur PT DSST Dana Gemilang dan CFO PT DSST Mas Gemilang.
Sementara itu, Mona saat ini menjabat sebagai Director of Strategic Performance di PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Ia memiliki pengalaman di bidang audit, manajemen risiko, pengendalian internal, dan keuangan, termasuk pernah berkarier di PT Mitra Adiperkasa Tbk serta Deloitte.
Baca Juga: Franky Oesman Widjaja Jadi UBO KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas, Pengendali Berganti
Baca Juga: Geliat Sinar Mas, Entitas DSSA Resmi Jadi Pengendali Baru KETR
Baca Juga: Emiten Sinar Mas (DSSA) Kucurkan Rp10,4 Miliar untuk Eksplorasi Panas Bumi dan Batu Bara
Adapun Marlo Budiman saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur DSSA. Ia memiliki rekam jejak di sektor telekomunikasi, properti, investasi, dan keuangan, termasuk pernah menjadi Presiden Direktur dan CEO PT Link Net Tbk serta memimpin sejumlah perusahaan di bawah Grup Lippo.
Perubahan ini menyusul masuknya PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS), perusahaan afiliasi Grup Sinar Mas, sebagai pengendali baru KETR dengan kepemilikan 35% saham. Saham tersebut diperoleh melalui Penawaran Tender Sukarela sebanyak 994.442.000 saham.
IMBS mengambil alih status pengendali dari PT Bahtera Bintang Nusantara (BBN), yang sebelumnya menjadi pengendali tidak langsung melalui PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara (FSMN).
RUPSLB November mendatang akan menjadi salah satu langkah penting untuk mengonfirmasi perubahan pengendali dan menetapkan arah baru manajemen KETR.
