
Berita MotoGP – Marco Melandri menilai Aprilia harus menyiapkan bonus besar jika ingin Raul Fernandez mematuhi team order demi membantu perebutan gelar juara MotoGP 2026. Peringatan itu muncul setelah insiden Fernandez dan Marco Bezzecchi di MotoGP Indonesia memicu perdebatan mengenai strategi tim dalam mendukung Jorge Martin dan Bezzecchi.
Perdebatan ini mencuat setelah MotoGP Indonesia di Mandalika. Raul Fernandez terlibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi pada lap pertama, sehingga Aprilia kehilangan kesempatan meraih poin penting dalam persaingan gelar juara dunia.
Hasil di Indonesia juga membuat Aprilia gagal memperlebar jarak dari Ducati. Marc Marquez justru berhasil memenangi Sprint Race, sementara persaingan di klasemen kejuaraan tetap ketat.
Jorge Martin memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin atas Marquez. Sementara Bezzecchi berada di posisi ketiga, tertinggal 46 poin dari Martin.
Melandri menyayangkan wacana team order baru ramai dibicarakan setelah balapan di Indonesia selesai. Menurutnya, Aprilia seharusnya sudah merencanakan strategi tersebut sebelum kehilangan kesempatan mengumpulkan poin penting.
“Sebagai pembalap, saya bisa bilang bahwa hal ini menjengkelkan. Namanya saja klasemen pembalap, jadi sudah sewajarnya setiap pembalap berjuang untuk hasilnya sendiri,” ujar Melandri melalui program Ciacchiere da Box.
Namun ia memahami bahwa Aprilia juga memiliki kepentingan besar untuk memaksimalkan peluang meraih gelar juara dunia.
Melandri mencontohkan, jika Martin diberi kesempatan melewati pembalap lain di Mandalika, Aprilia berpotensi mendapatkan tambahan sembilan poin. Menurutnya, selisih tersebut bisa sangat berarti dalam penentuan gelar pada akhir musim.
Bonus Finansial Dinilai Bisa Jadi Solusi
Melandri menilai penerapan team order tidak mudah, terutama ketika melibatkan pembalap tim satelit yang juga ingin meraih hasil terbaik untuk dirinya sendiri.
Karena itu, ia menyarankan Aprilia membuat kesepakatan yang memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Salah satu caranya adalah menawarkan bonus atau mengatur hadiah balapan agar pembalap yang mengalah bisa mendapat kompensasi.
“Solusi satu-satunya adalah mencapai kesepakatan dan mengatur hadiah balapan sedemikian rupa sehingga, ketika saya membiarkan Anda lewat, setidaknya secara finansial situasinya menguntungkan kedua belah pihak,” kata Melandri.
Raul Fernandez sendiri berada 119 poin di belakang Martin, sedangkan rekan setimnya di Trackhouse, Ai Ogura, tertinggal 96 poin. Keduanya dinilai sudah berada di luar persaingan realistis perebutan gelar berdasarkan situasi klasemen yang dibahas.
Janji Kursi Tim Pabrikan Bisa Jadi Pertimbangan
Melandri juga meragukan apakah insentif finansial saja cukup untuk membuat Raul Fernandez mengikuti instruksi tim. Ia menilai Aprilia mungkin perlu menawarkan sesuatu yang lebih besar, seperti peluang mendapatkan kursi di tim pabrikan pada masa depan.
Menurut Melandri, Fernandez dikenal sebagai pembalap yang emosional dan spontan. Kondisi itu bisa membuat negosiasi team order menjadi lebih rumit, terlebih ketika pembalap tim satelit mampu bersaing dengan pembalap tim utama.
“Entah mereka menjanjikan sesuatu yang signifikan untuk masa depannya di tim resmi atau memberikan keuntungan finansial dalam waktu dekat. Kalau tidak, saya tidak tahu seberapa besar motivasinya,” ujar Melandri.
Kini keputusan berada di tangan Aprilia. Tim tersebut harus menentukan apakah team order akan diterapkan dalam balapan berikutnya dan bentuk kesepakatan apa yang bisa diterima para pembalapnya demi menjaga peluang meraih gelar MotoGP 2026.
Artikel Tag: aprilia, jorge martin, marco bezzecchi, raul fernandez, trackhouse
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/motogp/aprilia-harus-beri-raul-fernandez-bonus-besar-demi-bantu-jorge-martin-juara
