Thursday, October 15News That Matters

Profil Doddy Katamsi, penyanyi rock yang wafat pada usia 59 tahun

Jakarta (ANTARA) – Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu penyanyi rock senior, Doddy Katamsi, yang dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 15 Oktober 2026, dalam usia 59 tahun.

Namanya dikenal melalui perjalanan panjang di industri musik Tanah Air, terutama saat bergabung dengan grup rock Elpamas. Selain dikenal sebagai penyanyi, Doddy juga memiliki kiprah sebagai pelatih vokal yang membimbing sejumlah penyanyi Indonesia.

Kabar meninggalnya Doddy disampaikan oleh musisi Thomas Ramdhan melalui unggahan di media sosial. Informasi yang beredar menyebutkan Doddy mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.15 WIB di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Hingga berita ini disusun, penyebab meninggalnya belum disampaikan secara resmi.

Kepergian Doddy meninggalkan jejak perjalanan panjang seorang musisi yang tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga berkontribusi dalam membina kemampuan vokal penyanyi lain.

Baca juga: 8 band soft rock terbaik era 90-an yang wajib masuk playlist

Perjalanan awal dan kecintaan pada musik rock

Doddy Katamsi lahir di Jakarta pada 10 Juni 1967. Ia merupakan putra aktor Amoroso Katamsi dan penyanyi seriosa Pranawengrum Katamsi. Latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia seni turut mewarnai perjalanan hidupnya, meskipun kecintaannya terhadap musik rock tumbuh melalui pergaulan dan pengaruh musisi yang didengarkannya sejak remaja.

Ketertarikan Doddy terhadap musik rock mulai berkembang ketika ia duduk di bangku SMP di Yogyakarta. Ia menggemari grup musik Led Zeppelin dan sosok vokalisnya, Robert Plant. Selain itu, ia juga menyukai Janis Joplin. Pengaruh musik tersebut kemudian membentuk karakter vokalnya yang dikenal kuat dan memiliki jangkauan nada tinggi.

Setelah menyelesaikan SMA pada 1987, Doddy mulai menekuni karier profesional di dunia musik. Ia mendapat kesempatan bergabung dengan Elpamas, grup rock asal Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, untuk menggantikan vokalis sebelumnya.

Dikenal sebagai vokalis Elpamas

Nama Doddy semakin dikenal setelah bergabung dengan Elpamas. Bersama grup tersebut, ia terlibat dalam perjalanan musik rock Indonesia pada era 1990-an. Salah satu album yang berkaitan dengan kiprahnya bersama Elpamas adalah Tato, yang dirilis pada awal dekade tersebut.

Elpamas sendiri telah dikenal sebagai salah satu grup rock Indonesia yang menorehkan prestasi di Festival Rock se-Indonesia II pada 1985. Grup tersebut juga dikenal melalui lagu “Pak Tua”, yang diciptakan oleh Iwan Fals dan menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan mereka.

Doddy tidak selamanya bertahan bersama Elpamas. Setelah meninggalkan grup tersebut, ia tetap melanjutkan perjalanan bermusiknya dengan terlibat dalam proyek dan kelompok musik lain. Ia pernah menjadi vokalis Kantata Takwa serta membentuk Seven Years Later, grup yang memainkan lagu-lagu rock klasik.

Kecintaannya terhadap musik rock juga membuat Doddy kerap terlibat dalam pertunjukan penghormatan untuk Led Zeppelin. Ia dikenal mampu membawakan lagu-lagu grup asal Inggris tersebut dengan karakter vokal yang mengingatkan pendengar pada Robert Plant.

Baca juga: Guruh Gipsy: Album eksperimental yang mengubah wajah musik Indonesia

Menjadi pelatih vokal penyanyi Indonesia

Selain tampil sebagai penyanyi, Doddy memiliki peran penting sebagai pelatih vokal. Ia membimbing sejumlah penyanyi yang kemudian dikenal luas di industri musik Indonesia, di antaranya Bams dari Samsons, Ari Lasso, Once Mekel, Ariel NOAH, Nicky Astria, dan Tantri Kotak.

Doddy juga pernah terlibat sebagai pelatih vokal dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol dan X Factor. Sejumlah penyanyi yang mengikuti ajang tersebut, termasuk Mike Mohede, Firman Siagian, Judika, dan Mikha Angelo, pernah mendapatkan bimbingan vokal darinya.

Pengalaman panjang di dunia musik membuat Doddy tidak hanya mengandalkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga pengetahuan mengenai teknik vokal. Ia mengelola Bengkel Vocal Dokat sebagai tempat mengembangkan kemampuan bernyanyi dan membimbing para penyanyi.

Dalam wawancara dengan Jawa Pos pada 2022, Doddy mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengajar vokal sejak masih kuliah. Namun, kegiatan tersebut kemudian berkembang menjadi pekerjaan yang ia tekuni secara serius setelah semakin banyak penyanyi datang untuk belajar.

Tetap berkarya hingga usia 59 tahun

Doddy tetap aktif berkarya meskipun telah melewati puluhan tahun perjalanan di industri musik. Pada 2024, ia masih tampil dalam acara musik On The Rock Vol. 3 di Yogyakarta dan membawakan sejumlah lagu rock bersama musisi lainnya. Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa kecintaannya terhadap musik tetap terjaga hingga usia matang.

Dalam perjalanan kariernya, Doddy juga sempat membentuk grup metal Lawang Pitu. Ia memandang bermusik sebagai ruang untuk terus berkarya, bukan semata-mata untuk mengejar popularitas.

Kepergian Doddy Katamsi pada usia 59 tahun menutup perjalanan seorang penyanyi yang telah melewati berbagai fase perkembangan musik Indonesia. Namanya tidak hanya dikenang melalui kiprahnya bersama Elpamas dan kelompok musik lainnya, tetapi juga melalui kontribusinya dalam membimbing generasi penyanyi berikutnya.

Baca juga: Tulungagung Distorsi 2026 bangkitkan lagi gairah musik rock Indonesia

Baca juga: My Chemical Romance ingin hadirkan karya musik baru

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *