
Ketua Pasukan Gibran Indonesia, Fritz Alor Boy, mendesak agar Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan segera diberhentikan dari jabatan mereka di dalam pemerintahan kabinet Merah Putih.
Tuntutan keras ini dilayangkan usai kedua tokoh tersebut secara terbuka menyarankan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait polemik persyaratan pendidikan.
Fritz sangat menyayangkan sikap Rocky yang kini menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan Syahganda selaku Ketua Badan Komunikasi (Bakom). Ia menilai tindakan mereka yang menyerang Gibran sambil menerima fasilitas negara sangat tidak etis.
“Menikmati gaji dan fasilitas hasil keringat Gibran Rakabuming Raka, B.Sc, Jokowi dan pengikutnya, Ketua Pasukan Gibran Indonesia Advokat Fritz Alor Boy minta Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan diberhentikan dari jabatan pemerintahan merah putih,” tegas Fritz.
Sebelumnya, polemik ini bermula dari pernyataan Rocky Gerung yang menyarankan Gibran untuk mundur dari kursi wakil presiden guna meredam kekecewaan publik yang kian membesar terkait isu ijazah. Hal tersebut disampaikannya melalui sebuah tayangan video di kanal YouTube Akbar Faizal.
“Alangkah elegannya kalau Gibran mengundurkan diri. Untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah Presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal,” ujar Rocky dalam potongan video tersebut.
Rocky menilai putusan MK tidak sekadar masalah hukum, melainkan telah menyeret persoalan ijazah Gibran ke ranah politik.
Ia memprediksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berpotensi mengambil langkah lanjutan pasca-putusan MK dibacakan.
Lebih lanjut, Rocky mengingatkan agar polemik ini segera diselesaikan sebelum memicu tuntutan moral yang berujung pada aksi amuk massa terhadap keluarga mantan Presiden Joko Widodo.
