Monday, October 12News That Matters

JPU Disindir Jadi Penyebab Hati Jokowi ‘Terkoyak’ di Sidang Ijazah


Wacana Berita, Jakarta –

Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang telah bergulir selama bertahun-tahun dinilai mengganggu ketenangan mantan presiden dua periode tersebut.

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mengklaim bahwa kasus tersebut cukup menguras emosi dan membuat perasaan kliennya terkoyak-koyak.

Menurutnya, Jokowi saat ini hanya ingin menjalani kehidupan yang tenang bersama keluarga setelah menuntaskan masa jabatannya sebagai presiden.

Baca Juga: Usai Desak Gibran Mundur, Rocky Gerung Diklaim Sudah Ditegur dan Beri Janji Ini.

“Bagaimana beliau yang sudah pensiun, sudah ingin memberi jarak dengan persoalan politik, dia ingin hidup dengan keluarganya tapi masih diseret-seret sampai hari ini,” kata Rivai di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (8/10/2026).

Meski demikian, Rivai memastikan Jokowi akan siap hadir secara langsung dalam persidangan kasus ijazah yang menjerat Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dan Roy Suryo apabila diperlukan.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada surat panggilan resmi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta Jokowi memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim.

Menanggapi hal tersebut, terdakwa kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Dokter Tifa, menilai klaim Rivai tidak sejalan dengan realitas yang terlihat di lapangan. Ia menyoroti aktivitas Jokowi yang belakangan melakukan safari politik ke sejumlah daerah untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan tampak menikmati kegiatannya.

“TERKOYAK? Terkoyak bagaimana selama ini kesana kemari keliling-keliling Indonesia urusan PSI. sepertinya happy-happy saja kok,” tulisnya di akun X priadinya, dikutip Senin (12/10).

“Kalau memang terkoyak-koyak ya ayo datang ke PN Jakarta Timur untuk saya cross examination dengan 2 pertanyaan yang biasa-biasa saja: 1. Sejak tahun berapa tidak pakai kumis, 2. Sejak kapan tidak pakai kacamata. Saya cuma mau tanya itu saja kok. Beneran. ” lanjutnya.

Dokter Tifa kemudian menyebut bahwa ribuan pertanyaan lain terkait berbagai dokumen akademik telah dibagi kepada tim kuasa hukumnya.

“2000 pertanyaan lain tentang 709 dokumen:  KRS, KHS, Bukti Bayar SPP, Kartu Mahasiswa, Mata Kuliah, Dosen dll dsb sudah saya bagi-bagi ke Advokat saya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kehadiran Jokowi dalam persidangan “Sudah dua kali sidang dua kali kami tanyakan ke Hakim kapan Jokowi hadir,” katanya.

Baca Juga: Denny Indrayana Cs Gugat Gibran ke MK, PSI Sebut yang Paling Untung Justru Gibran

Menurutnya, JPU menyampaikan bahwa pihak jaksa memiliki kewenangan menentukan saksi yang akan dihadirkan.

“Kata JPU: Hak kami sesuai KUHAP untuk menentukan siapa saksi yang hadir. Nah berarti yang bikin hati pak Jokowi terkoyak-koyak adalah JPU dong,” tandasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *