
Polemik persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memicu desakan politik dari Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais.
Ia meminta Gibran mengundurkan diri dari jabatannya dan mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan untuk meyakinkan Joko Widodo (Jokowi) agar putranya bersedia mundur.
Amien menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, polemik yang tak kunjung menemukan penyelesaian berpotensi memperbesar kemarahan masyarakat sipil hingga memicu gejolak sosial.
“Saya khawatirkan kalau kemarahan masyarakat sipil terus memanas akibat Gibran tidak mau mundur dan bisa mengarah pada titik ledak,” kata Amien dalam tayangan YouTube miliknya, dikutip Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Sindir Pembenci Jokowi, Kader PSI: Agenda Busuk Cuma Satu…
Ia juga mengingatkan adanya risiko ledakan sosial yang tidak mudah dikendalikan, bahkan oleh aparat keamanan dan pertahanan.
“Jangan sampai ada ledakan sosial yang belum tentu bisa dijinakkan oleh aparatur keamanan dan pertahanan kita,” lanjutnya.
Di tengah kekhawatiran tersebut, Amien secara khusus meminta Prabowo mengambil langkah politik dengan berkomunikasi langsung dengan Jokowi. Ia menilai Presiden memiliki tanggung jawab besar untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak apabila polemik Gibran terus berlanjut.
“Jadi masukan saya untuk Presiden Prabowo, Anda yang paling bertanggung jawab kalau sampai terjadi semacam people power. Yakinkan Jokowi, Mas Prabowo bahwa Gibran sudah waktunya mundur,” ungkap Amien Rais.
Baca Juga: Pengamat Minta Jokowi Tiru Habibie: Itu Negarawan, Bukan Pencari Kekuasaan
Tak hanya menyoroti potensi gejolak sosial, Amien juga berpandangan bahwa pemerintahan Prabowo akan lebih produktif jika Gibran tidak lagi menduduki kursi Wakil Presiden. Pandangan itu menjadi bagian dari desakannya agar Gibran bersedia melepaskan jabatan yang saat ini diemban.
Untuk memperkuat argumennya, Amien mengungkit sejarah pengunduran diri Mohammad Hatta dari jabatan Wakil Presiden pada 1 Desember 1956. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjalankan pemerintahan tanpa Wakil Presiden setelah Hatta mengundurkan diri.
Bagi Amien, peristiwa tersebut menjadi rujukan sejarah untuk menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan Gibran meninggalkan jabatan Wapres. Ia pun menempatkan Prabowo sebagai pihak yang diharapkan mampu mendorong penyelesaian polemik tersebut melalui komunikasi dengan Jokowi.
