Sunday, October 11News That Matters

Bukan Manuver Politik, Ini yang Membuat Pengaruh Jokowi-Gibran pada Prabowo Makin Menipis


Wacana Berita, Jakarta –

Berkurangnya pengaruh politik Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di lingkar kekuasaan dinilai bukan semata-mata dipicu oleh manuver politik. Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, karakter kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi faktor mendasar dalam dinamika tersebut.

Dalam siniar Total Politik yang tayang pada Rabu (7/10/2026), Yunarto menjelaskan bahwa Prabowo memiliki gaya kepemimpinan top-down atau berorientasi komando. Karakter itu membuat Prabowo dinilai tidak nyaman jika harus berbagi kekuasaan dengan pihak yang berpotensi memiliki posisi setara.

“Tanpa ada manuver dari geng Solo pun, Pak Prabowo ini pasti akan tetap menjauhkan dirinya dari kekuatan yang bisa dianggap setara dengan dirinya,” ujar Yunarto.

Ia membandingkan gaya kepemimpinan Prabowo dengan Jokowi. Menurut Yunarto, latar belakang Prabowo sebagai elite militer membentuk pola kepemimpinan yang berpusat pada dirinya. Sementara itu, Jokowi dinilai memiliki pendekatan yang lebih bottom-up dan mengandalkan kecakapan praktis dalam berpolitik.

Yunarto menjelaskan, Prabowo dapat memberikan kepercayaan kepada orang-orang dekatnya untuk menjalankan urusan operasional. Namun, ia menilai keputusan terkait visi dan program tetap berada dalam kendali Presiden.

“Dia akan memberikan kepercayaan sepenuhnya, tapi di level operasional. Jangan pernah gugat dia secara ide atau program,” katanya.

Menurut Yunarto, Prabowo juga menghargai loyalitas dan memahami pentingnya membalas jasa politik. Meski demikian, ia menilai loyalitas tidak menjamin seseorang dapat mempertahankan pengaruh apabila dianggap berpotensi berdiri sejajar dengan Presiden.

“Loyalitas itu utama, tapi ketika lu melangkahi garis batas itu, dia bisa berikan (respons) 180 derajat,” ujar Yunarto.

Ia turut menyoroti perombakan di sejumlah instansi strategis, termasuk Polri, yang selama ini kerap dipersepsikan sebagai salah satu area pengaruh Jokowi. Bagi Yunarto, dinamika tersebut mencerminkan kecenderungan Prabowo untuk memastikan kendali atas instrumen strategis pemerintahan.

“Orang seperti Pak Prabowo dan siapapun yang jadi presiden harusnya tidak boleh nyaman dengan image berbagi kavling. Ini (pemerintahan) detik pertama sudah berpisah,” tuturnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *