
Mantan Komisaris Independen PT PELNI, Dede Budhyarto, menyorot anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, yang menyarankan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya untuk mencegah potensi amuk massa.
Rocky Gerung menyampaikan saran tersebut setelah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya menyatakan tidak menemukan bukti yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah setara SMA.
Menurut Dede, sebagai bagian dari lingkaran pemerintahan, Rocky seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, khususnya yang berkaitan dengan Presiden maupun Wakil Presiden.
“Sebagai anggota Watimpres, Rocky Gerung seharusnya lebih berhati-hati saat berbicara di podcast omon omon, terlebih ketika menyebut Wapres sebaiknya mengundurkan diri,” tulisnya di akun X prbadinya, dikutip Sabtu (10/10).
Baca Juga: Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Ini Sikap Resmi Partai Demokrat
Menurut Dede, publik saat ini tengah mencermati sikap Rocky sejak bergabung ke lingkaran pemerintahan. Namun, alih-alih menunjukkan sikap yang lebih bijak, pernyataannya justru dinilai semakin mengundang kritik.
Dede juga menyinggung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, yang memilih tidak mengomentari persoalan terkait Gibran. Menurutnya, sikap Yusril dapat menjadi pengingat bagi Rocky agar tidak melupakan posisinya sebagai bagian dari pemerintahan.
“Menko Yusri mengingatkan terkait putusan MK, bahwa dalam kabinet tidak elok mengomentari Wakil Presiden. Mungkin itu juga teguran bagi Rocky: jangan sampai lupa bahwa dirinya kini berada di dalam pemerintahan,” tandasnya.
Sebelumnya, Yusril menegaskan dirinya tidak berada pada posisi yang tepat untuk memberikan komentar terkait polemik yang menyangkut Gibran. Meski memiliki latar belakang di bidang hukum tata negara, ia memilih menjaga etika sebagai anggota kabinet.
“Saya sendiri walaupun selama ini belajar hukum tata negara, tetapi saya merasa tidak pada posisi berkomentar pada persoalan ini,” kata Yusril di hadapan wartawan di Gedung Trinity, Jakarta, dikutip Sabtu (10/10).
Menurutnya, hubungan kerja di pemerintahan membuat dirinya perlu menjaga etika dalam menyampaikan pandangan terkait isu yang menyangkut Wakil Presiden.
“Saya ini anggota kabinet ya, beliau ini juga anggota kabinet. Bagaimanapun pak presiden dan pak wakil presiden itu atasan kami,” lanjutnya.
Baca Juga: Gerindra Buka Suara Soal Gibran di Pilpres 2029
Sementara itu, dalam podcast di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Kamis (8/10/2026), Rocky Gerung berpandangan bahwa akan lebih elegan apabila Gibran mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden guna mencegah gejolak di masyarakat maupun pemerintahan.
“Alangkah elegan nya Gibran mengundurkan diri, untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal,” ujarnya.
