
Berita MotoGP – Marc Marquez tercatat belum pernah finis di Mandalika sejak sirkuit ini masuk kalender MotoGP 2022. Pengamat MotoGP, Mat Oxley menilai sang juara dunia harus belajar cara membalap seperti Fermin Aldeguer jika ingin memutus kutukan tersebut.
Mandalika menjadi sirkuit paling angker bagi Marc Marquez. Sejak MotoGP kembali ke Indonesia pada 2022, pembalap asal Cervera itu belum pernah sekalipun menyelesaikan balapan utama.
Pada debutnya ia gagal start akibat highside keras di pemanasan yang memicu kambuhnya diplopia, bahkan sempat membuatnya mempertimbangkan pensiun. Kutukan itu berlanjut dengan berbagai kegagalan, termasuk pada 2025 ketika Marco Bezzecchi menabraknya di lap pertama dan membuka jalan bagi Fermin Aldeguer meraih kemenangan perdana bersama Gresini sekaligus menaklukkan Sirkuit Mandalika.
Menjelang GP Indonesia 2026, biografer MotoGP Mat Oxley memberi saran tak biasa. Menurutnya Marquez harus menghabiskan waktu bersama kepala kru Marco Rigamonti untuk membedah data kemenangan Aldeguer tahun lalu di trek yang sama.
Oxley menilai kunci ada pada ban belakang Michelin dengan casing tahan panas yang kembali dipakai tahun ini.
“Marquez akan menghabiskan banyak waktu minggu ini di depan layar komputer bersama kepala krunya Marco Rigamonti, memeriksa data Aldeguer dari Oktober lalu. Aldeguer lebih sedikit menderita dengan ban tahan panas dibanding pembalap Ducati lain karena ia memakai lebih banyak kecepatan di tikungan,” kata Oxley.
Ia menjelaskan konstruksi ban tahan panas membuat sebagian besar ban lebih kaku dari versi reguler.
Namun bagian tepi ban tidak terlalu terpengaruh. Hal itu menguntungkan pembalap dengan gaya corner speed seperti Aldeguer dan motor Aprilia, sementara Ducati adalah motor stop and go yang mengandalkan bahu ban saat pengereman dan akselerasi.
“Yang ingin dipelajari Marquez dari data Aldeguer adalah bagaimana membalap lebih seperti rekan senegaranya yang masih muda, setidaknya akhir pekan ini. Jadi yang paling utama ia akan melihat data pengereman, mencoba menyamakan tekanan rem dan sudut kemiringan agar bisa membawa lebih banyak kecepatan masuk dan melewati tikungan,” tambah Oxley.
Saran itu relevan karena kemenangan Marc Marquez di Jepang dengan ban serupa terbantu lintasan Motegi yang baru diaspal ulang. Di Mandalika, Aprilia lewat Jorge Martin yang unggul dua poin dengan 333 melawan 331 dan Bezzecchi yang terpaut 49 poin diprediksi diuntungkan. Bahkan pembalap Trackhouse Ai Ogura dan Raul Fernandez serta bintang KTM Pedro Acosta berpeluang menghukum Marquez jika gagal beradaptasi.
Artikel Tag: marc marquez, motogp indonesia, sirkuit mandalika, fermin aldeguer
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/motogp/marc-marquez-diminta-belajar-dari-aldeguer-demi-patahkan-kutukan-mandalika
