Friday, October 9News That Matters

Reformasi Pasar Modal Dinilai Sudah Berada di Jalur yang Tepat


Wacana Berita, Jakarta –

Reformasi struktural pasar modal Indonesia dinilai telah berjalan di jalur yang tepat dan semakin memperkuat fondasi pasar modal menjadi lebih transparan, berintegritas, serta mampu menjadi sumber pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi di Jakarta, Jumat (9/10/2026), mengatakan secara kuantitatif berbagai langkah reformasi saat ini sudah berada di jalur yang tepat, terutama dalam meningkatkan transparansi pasar modal.

“Kami bisa menyatakan pasar modal Indonesia mungkin saat ini menjadi salah satu pasar yang menghadirkan tingkat transparansi yang paling lengkap dan agresif dalam konteks kategori transparansi yang dituntut,” katanya.

Hasan mengatakan penguatan integritas dan transparansi pasar modal juga mendapat pengakuan positif dari lembaga pemeringkat indeks global FTSE Russell yang pada 6 Oktober 2026 lalu telah mempertahankan Indonesia dalam kelompok secondary emerging market.

Menurut Hasan, salah satu pengakuan penting FTSE Russell adalah penilaian bahwa berbagai langkah reformasi yang dilakukan Indonesia merupakan “a step in the right direction” atau langkah yang berada di arah yang benar.

Namun demikian, Hasan menegaskan bahwa reformasi pasar modal tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kepentingan satu lembaga penyedia indeks global.

“Reformasi ini bukan lagi bicara tentang MSCI, ini bicara tentang kita dan apa yang kita inginkan untuk masa depan pasar modal kita,” tegasnya.

Ia mengatakan, OJK akan tetap melanjutkan komitmen untuk meningkatkan integritas pasar modal meskipun berbagai persoalan terkait indeks global nantinya telah terselesaikan. Menurutnya, reformasi struktural yang dilakukan OJK bersama SRO Pasar Modal diarahkan untuk memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang sekaligus menyediakan alternatif investasi yang semakin kredibel, khususnya bagi investor domestik.

“Peran yang besar ini kita harapkan menjadi peran yang bersifat jangka panjang dan mampu resilient atau tahan terhadap berbagai guncangan,” katanya.

Hasan juga mengatakan bahwa kondisi perdagangan pasar modal Indonesia pada tahun ini tetap berlangsung secara normal, wajar, dan teratur di tengah berbagai dinamika yang terjadi.

“Pasar modal kita tetap menunjukkan kondisi perdagangan yang normal, wajar, dan teratur,” kata Hasan.

Baca Juga: FTSE Russell Pertahankan Status RI, OJK Klaim Reformasi Pasar Modal Diakui

Menurut dia, kondisi pasar modal saat ini berbeda dengan situasi ketika terjadi krisis akibat pandemi COVID-19. Pada saat itu, pasar mengalami kepanikan yang ditandai dengan panic selling, one-sided market, serta pelebaran bid-ask spread secara signifikan.

Kondisi tersebut, kata Hasan, tidak terlihat pada perdagangan pasar modal tahun ini. Keseimbangan antara kekuatan supply dan demand masih terjaga sehingga mekanisme pembentukan harga (price discovery mechanism) dapat berlangsung secara teratur dan wajar.

Selain itu, kepercayaan investor juga semakin meningkat yang terlihat dari pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang meningkat signifikan. Hingga akhir September 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) telah melampaui 32 juta investor atau meningkat lebih dari 58 persen sepanjang tahun ini atau bertambah lebih dari 12 juta investor baru.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *