
Travis Barker mengungkap bahwa perawatannya di rumah sakit berkaitan dengan mati rasa pada lengan, tangan, dan jari. Drummer Blink-182 berusia 50 tahun itu menjalani operasi untuk mengatasi gangguan pada saraf ulnaris, setelah keluhan tersebut muncul seusai konser pada September 2026.
Barker menyampaikan penjelasan itu melalui Instagram Stories pada Rabu, 7 Oktober 2026. Ia mengatakan, mati rasa mulai terasa setelah dirinya tampil dalam sebuah pertunjukan pada bulan sebelumnya. Setelah menjalani pemeriksaan saraf pada Senin, ia mendapat rekomendasi untuk menjalani prosedur cubital tunnel release.
Prosedur tersebut ditujukan untuk mengurangi tekanan pada saraf ulnaris yang berada di area siku. Gangguan pada saraf itu dikenal sebagai cubital tunnel syndrome, yang dapat menimbulkan mati rasa atau kesemutan pada tangan dan jari tertentu.
Operasi demi mempertahankan kemampuan bermain drum
Bagi Barker, persoalan tersebut memiliki dampak langsung terhadap aktivitas utamanya sebagai musisi. Permainan drum yang membutuhkan kekuatan dan koordinasi tangan membuat fungsi lengan serta jari menjadi bagian penting dari kariernya.
Karena itu, ia memilih menangani masalah tersebut lebih awal agar tidak berkembang dan mengganggu kemampuannya bermain drum dalam jangka panjang. Barker juga menyampaikan keyakinan bahwa kondisinya akan membaik dalam beberapa pekan selama menjalani pemulihan.
Kabar mengenai perawatan Barker pertama kali muncul melalui unggahan foto dari rumah sakit pada Selasa, 6 Oktober. Dalam salah satu foto, ia terlihat berada di ranjang rumah sakit bersama putrinya, Alabama Barker. Foto lainnya memperlihatkan sang istri, Kourtney Kardashian, berada di sisinya.
Kehadiran Alabama dan Kourtney menjadi dukungan keluarga bagi Barker selama menjalani prosedur tersebut. Sehari setelah mengunggah foto-foto itu, ia baru menjelaskan alasan di balik perawatannya. Barker juga sempat melontarkan candaan mengenai ekspresi Kourtney yang tampak tersenyum dalam salah satu foto.
Riwayat operasi akibat cedera dan kecelakaan
Gangguan pada tangan bukan kali pertama Barker menghadapi masalah kesehatan yang berhubungan dengan aktivitasnya sebagai drummer. Pada 2023, ia menjalani operasi setelah mengalami cedera pada jari saat berlatih drum. Cedera itu menyebabkan dislokasi dan robekan ligamen.
Operasi tersebut dilakukan agar Barker dapat kembali bermain drum tanpa meningkatkan risiko cedera berulang. Ia juga pernah mengalami luka bakar berat akibat kecelakaan pesawat pada 2008 dan harus menjalani banyak operasi.
Kali ini, Barker kembali mengambil tindakan medis setelah mengalami gangguan saraf. Pemulihan tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk mempertahankan kemampuan bermain drum, aktivitas yang selama ini menjadi ciri utama kariernya bersama Blink-182.
