
Danantara Indonesia mencatat 10 proyek strategis hilirisasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, memiliki total nilai investasi US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan empat dari 10 proyek tersebut telah selesai dan memasuki tahap komersialisasi serta ekspor dengan nilai US$3,4 miliar. Sementara enam proyek lainnya senilai US$6,8 miliar mulai dibangun.
“Dari 10 itu, Bapak Presiden, 4 proyek sudah selesai dan baru selesai dan melakukan seremoni komersial dan juga ekspor senilai 3,4 miliar Dollar yang sudah selesai, Bapak Presiden,” ujar Rosan dalam agenda groundbreaking dan komersialisasi proyek hilirisasi di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Kamis (8/10/2026).
Rosan menyebut enam proyek yang melakukan groundbreaking mencakup pengembangan material baterai berbasis nikel, separator baterai kendaraan listrik (EV), aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik untuk pertambangan dan industri, serta photovoltaic glass.
“Dan ini 6 proyek yang akan melakukan groundbreaking pada hari ini senilai 6,8 miliar Dollar dan ini akan menyerap tenaga kerja lebih dari 10 ribu tenaga kerja,” katanya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Halmahera Tengah, Luncurkan Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun
Baca Juga: Rosan Roeslani: Danantara Butuh Swasta, Andalkan BUMN Saja Tak Cukup
Rosan menambahkan, kawasan IWIP telah ada sejak 2018 dan telah menyerap investasi sekitar US$20 miliar. Dengan tambahan investasi sekitar US$7 miliar, total investasi di kawasan tersebut akan mencapai US$27 miliar.
“Dan kawasan industri ini memang sejak 2018 dan telah menyerap investasi 20 miliar Dollar, Bapak Presiden. Dan dengan 7 miliar Dollar yang baru akan menjadi 27 total miliar Dollar dengan penyerapan tenaga kerja total 117.000 tenaga kerja di kawasan ini,” ungkapnya.
