
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan analisisnya terkait manuver kilat Presiden Prabowo Subianto yang langsung mengirimkan Surat Presiden (Supres) ke Komisi III DPR RI untuk menunjuk Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Menurut Mahfud, langkah cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa Prabowo mulai melepaskan diri dari belenggu bayang-bayang politik Joko Widodo (Jokowi).
Mahfud mengungkapkan, sebelumnya Prabowo memang terkesan ragu dan tarik-ulur terkait wacana perombakan pucuk pimpinan Korps Bhayangkara. Keraguan tersebut, urainya, tidak lepas dari adanya persepsi mengenai utang budi politik kepada Jokowi.
“Kenapa Pak Prabowo mau ganti Kapolri berubah, mau ganti nggak jadi, giliran sekarang Suyudi langsung diumumkan cepat, kilat? Ini karena terkesan utang politik ke Jokowi,” beber Mahfud dalam keterangannya di siniar Madilog, Rabu (7/10/2026).
Kendati demikian, Mahfud mengingatkan bahwa Prabowo sejatinya sudah memiliki basis massa pendukung yang sangat besar dan solid jauh sebelum berkoalisi dengan Jokowi. Ia merujuk pada perolehan suara Prabowo di Pilpres 2019 yang mampu meraup hingga 46,5 persen dukungan pun di Pilpres 2019, raihan suara Prabowo tidak dapat dibilang kecil.
Mahfud, yang pernah menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo pada Pilpres 2014, menekankan agar kemenangan sang Presiden saat ini tidak semata-mata diklaim sebagai hasil campur tangan Jokowi.
“Anda harus tahu, pendukung Pak Prabowo itu 46 sekian persen, yang terakhir 2019 angka sudah tinggi. Jangan ini diklaim kemenangan dibantu Jokowi. Kalau Pak Prabowo merasa berterima kasih ke Pak Jokowi, dukungan Anda itu sudah besar, tapi harus punya pilihan sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mahfud menilai dinamika pergantian Kapolri ini menegaskan postulat politik bahwa tidak ada pertemanan maupun perlawanan yang abadi. Menurutnya, setelah sekian lama terkesan tertahan, Prabowo kini berani menunjukkan ketegasannya sebagai kepala negara yang mandiri.
“Pak Prabowo itu bukan lemah-lemah banget. Selama ini Pak Prabowo terbelenggu, tapi nampaknya sekarang sudah mulai menunjukkan ‘diri saya’ tanpa bayang-bayang Jokowi,” kata Mahfud.
Di akhir analisisnya, Mahfud turut memuji keputusan Prabowo yang akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Suyudi Ario Seto.
Ia menilai penunjukan tersebut merupakan langkah yang tepat, mengingat figur Suyudi dan jajaran tim barunya memiliki rekam jejak yang bagus serta pendekatan yang lebih merakyat.
