Wednesday, October 7News That Matters

PayLater Tumbuh 36,57 Persen, Pengguna di Indonesia Timur Melonjak


Wacana Berita, Jakarta –

Kredivo melihat peluang wilayah Indonesia Timur sebagai salah satu kawasan yang menunjukkan pertumbuhan penggunaan layanan kredit digital, seiring meningkatnya pemanfaatan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh masyarakat. Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BNPL oleh perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh 36,57% menjadi senilai Rp13,61 triliun per Agustus 2026.

Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari mengatakan Indonesia Timur memiliki potensi ekonomi digital untuk terus berkembang karena populasi generasi muda yang besar. Maka dari itu, literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan akses layanan keuangan digital.

“Indonesia Timur adalah kawasan dengan potensi ekonomi digital yang terus tumbuh dan populasi muda yang besar, sehingga penting bagi kami untuk hadir dan memastikan momentum pertumbuhan ini dibarengi kesiapan literasi yang memadai. Kali ini, Generasi Djempolan hadir di Ambon untuk membekali generasi muda agar menjadi konsumen digital yang cerdas dan bertanggung jawab. Ke depan, Indonesia Timur juga menjadi wilayah yang kami fokuskan untuk perluasan edukasi literasi,” ujar Indina dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).

Berdasarkan data internal Kredivo, pertumbuhan pengguna aktif di Ambon tercatat mencapai 4,5 kali lipat pada 2022–2025 dengan rentang umur pada kelompok usia produktif yakni 26–35 tahun.

Angka tersebut didukung oleh Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang mencatatkan sebanyak 57% pengguna Kredivo merupakan generasi muda. Sebanyak 51,4% mengaku menggunakan layanan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan 32,4% untuk kebutuhan mendesak.

Lebih lanjut, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura Evelin Watumlawar menilai akses kredit digital perlu diimbangi kemampuan mengatur keuangan sejak masa kuliah. Ia menyoroti pengaruh tren YOLO dan FOMO terhadap keputusan finansial generasi muda.

“Generasi muda hari ini punya akses keuangan digital paling luas sepanjang sejarah. Tapi akses tanpa kendali sama saja jebakan. Kuncinya bukan menahan diri dari hidup enak, tapi tahu batas aman untuk kantong sendiri, dan memastikan fintech dipakai untuk membantu, bukan justru membebani,” kata Evelin.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *