
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan dunia usaha dan sektor swasta dalam memperkuat perekonomian nasional.
CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan badan usaha milik negara (BUMN). Karena itu, Danantara membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pelaku usaha swasta untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Dengan keberadaan Danantara, kita ingin mengajak dunia usaha, private sector untuk bersama-sama mengembangkan ekonomi Indonesia. Karena perekonomian Indonesia ini terus berkembang, dan Danantara kalau bekerja hanya dengan ekosistem BUMN-nya saja, tentunya kontribusinya tidak akan menjadi maksimal,” ujar Rosan dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Menurut Rosan, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong Danantara untuk memperkuat kerja sama dengan dunia usaha. Karena itu, ia mempersilakan sektor swasta mengambil peran lebih besar dalam berbagai program dan pengembangan ekonomi nasional.
“Kalau untuk program-programnya itu melibatkan dunia usaha, bahkan di bidang-bidang yang dunia usaha sudah lakukan, kita persilakan untuk mempunyai ruang yang lebih besar, bersama-sama dengan kami,” kata Rosan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara merupakan salah satu tonggak penting dalam upaya memperkuat perekonomian nasional.
Baca Juga: Danantara Umumkan Investasi US$250 Juta di Raksasa Migas Amerika Serikat
Baca Juga: BUMN Ternyata Banyak yang Rugi, Danantara Ungkap 97 Persen Dividen Hanya dari 15 Perusahaan
Prabowo mengatakan Indonesia kini untuk pertama kalinya memiliki dana kedaulatan atau sovereign wealth fund sendiri yang diberi nama Danantara. Menurutnya, keberadaan dana tersebut akan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kekuatan ekonomi Indonesia.
“Untuk pertama kali dalam sejarah kita punya dana kedaulatan kita sendiri yang namanya Sovereign Wealth Fund Danantara. Dana ini adalah dana kekuatan ekonomi Indonesia,” ujar Prabowo beberapa waktu lalu.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa pembentukan Danantara sempat mendapat penolakan dari berbagai pihak. Namun, ia meyakini kebijakan tersebut pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi pembangunan nasional, terutama melalui pengelolaan aset negara yang lebih produktif.
“Dulu banyak yang menentang. Sekarang sudah terbukti. Pelan-pelan kita perbaiki,” tegas Prabowo.
