Wednesday, October 7News That Matters

IHSG Makin Ngebut! Tembus 6.210 di Awal Perdagangan


Wacana Berita, Jakarta –

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (7/10/2026). IHSG dibuka di level 6.210,42, naik 17,49 poin atau 0,28%.

Penguatan juga terlihat dari mayoritas saham yang diperdagangkan. Sebanyak 302 saham menguat, sementara 51 saham melemah dan 306 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan pada awal sesi terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 3,98 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp621 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 109.705 kali.

Kenaikan IHSG tersebut melanjutkan tren positif yang telah berlangsung sejak akhir pekan lalu.

IHSG Peroleh Sentimen Positif dari Pasar Global

Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG dapat menguji area 6.230-6.280 pada perdagangan Rabu (7/10/2026), seiring masih kuatnya sentimen positif dari pasar global.

Pada perdagangan Selasa (6/10/2026), IHSG ditutup menguat 1,21% ke level 6.192,93. Seluruh sektor tercatat bergerak positif, dengan penguatan terbesar berasal dari sektor transportasi dan teknologi.

“Dari pasar global, bursa Wall Street juga ditutup menguat pada Selasa. Indeks S&P 500 bahkan mencatat rekor penutupan di atas level 7.800 untuk pertama kalinya,” tulis Phintraco Sekuritas.

Penguatan bursa global tersebut didukung oleh berlanjutnya reli sejak pekan sebelumnya, antusiasme investor terhadap sektor kecerdasan buatan atau AI, serta harga minyak yang relatif stabil.

Harga minyak Brent berada di sekitar US$100 per barel pada 6 Oktober. Stabilnya harga minyak dinilai membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.

Baca Juga: IHSG Kembali Ngebut, Area 6.230-6.280 Jadi Sasaran

Baca Juga: IHSG Lanjutkan Penguatan, Level 6.321 Jadi Penentu

Di pasar obligasi, imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun turun 2 basis poin ke level 5,286%.

Sementara itu, harga emas spot ditutup menguat 0,7% ke level US$4.168 per troy ounce.

Kombinasi pergerakan aset tersebut menjadi salah satu faktor yang masih mendukung sentimen investor terhadap pasar saham.

Dari dalam negeri, investor akan mencermati data cadangan devisa Indonesia untuk September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10).

Data tersebut menjadi salah satu indikator yang akan diperhatikan pasar untuk melihat kondisi eksternal dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di level 5,2% pada 2026 dan 2027.

Ekspektasi pertumbuhan yang stabil tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menjaga optimisme terhadap prospek ekonomi domestik.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka. Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup di atas MA10, sementara histogram negatif MACD mulai menyempit dan Stochastic RSI menguat di area pivot.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *