
Berita Liga Italia: Dalam peristiwa yang mengguncang dunia sepak bola Italia, Presiden CONI, Giovanni Malagò, kini menjabat sebagai komisaris khusus FIGC setelah sebelumnya terpilih secara tidak sah sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Italia. Meskipun menang dengan suara mayoritas dalam pemilihan Juni lalu, Malagò tidak terdaftar sebagai anggota, membuat pencalonannya dianggap tidak valid.
Luciano Buonfiglio, Presiden CONI saat ini, menekankan pentingnya menjaga otonomi olahraga dan menegakkan aturan. “Saya tidak terpengaruh oleh siapa pun, tetapi penting untuk menunjukkan bahwa aturan harus dihormati,” ujar Buonfiglio. Keputusan untuk menunjuk Malagò sebagai komisaris khusus adalah langkah untuk mengatasi kekacauan ini dan memberikan kesempatan bagi Malagò untuk melanjutkan pekerjaannya selama 90 hari ke depan.
Malagò telah mengumumkan bahwa pemilihan baru untuk Presiden FIGC dijadwalkan pada 14 Desember, dan dia diperkirakan akan menang dengan dokumen yang sesuai kali ini. Sementara itu, diharapkan bahwa ketegangan di FIGC dapat mereda, terutama setelah pengunduran diri Diana Bianchedi dari posisinya sebagai kepala delegasi tim Italia menyusul kritik dari Menteri Olahraga Andrea Abodi.
Buonfiglio berharap agar pengunduran diri Bianchedi ditolak dan meminta Malagò untuk membawanya kembali. Menurut Buonfiglio, perbedaan pendapat adalah bagian dari prinsip demokrasi dan keputusan bulat telah dicapai.
Kisah ini menyoroti betapa kompleks dan uniknya dinamika sepak bola Italia, di mana sebuah celah aturan digunakan untuk membatalkan celah lainnya. “Jika hal ini terjadi di federasi lain, masalah ini mungkin sudah selesai dalam 60 hari,” kata Buonfiglio, yang juga menepis tuduhan konflik kepentingan terkait pekerjaan putranya di klub Serie A, Venezia.
Berakhirnya krisis ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk memulihkan stabilitas dalam tubuh FIGC, sembari menantikan gebrakan baru di bawah kepemimpinan Malagò.
Artikel Tag: giovanni malago
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/profil-malago-dinilai-ideal-untuk-komisioner-khusus-figc
