
Berita MotoGP – Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, tengah menghadapi masa-masa paling kelam dalam kariernya usai rentetan hasil buruk yang kembali berlanjut di MotoGP Jepang. Bagnaia pun membeberkan sebuah fakta mengejutkan usai melihat data telemetri motornya yang menunjukkan ketertinggalan jauh dari sang rekan setim, Marc Marquez.
Rangkaian performa mengecewakan Francesco Bagnaia terus berlanjut. Mengaspal di Sirkuit Motegi pada ajang MotoGP Jepang, pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi kedelapan. Hasil ini sekaligus memperpanjang puasa kemenangannya yang kini telah berlangsung selama lebih dari satu tahun, rekor terburuk sejak awal kariernya di kelas premier bersama tim Pramac.
Penderitaan juara dunia dua kali ini semakin terasa menyesakkan jika dibandingkan dengan rekan setimnya, Marc Marquez. Bagnaia finis terpaut lebih dari dua puluh detik di belakang Marquez yang sukses keluar sebagai juara. Dalam klasemen sementara, raihan poin Bagnaia bahkan tak sampai separuh dari perolehan Marquez (164 berbanding 331), padahal sang tandem sempat absen di dua seri akibat cedera.
Berbicara kepada Sky Sports Italia setelah balapan, Bagnaia blak-blakan menceritakan rasa frustrasinya.
“Saya mencoba melakukan hal yang berbeda selama balapan untuk melihat apakah saya bisa mengubah situasi, karena saya benar-benar kesulitan. Perbedaan datanya sangat besar, jadi saya sangat kesulitan,” curhat Bagnaia.
Ketika ditanya lebih rinci, ia menegaskan bahwa perbedaan mencolok tersebut terlihat jelas jika disandingkan dengan data milik Marc dan Alex Marquez.
Ducati sejatinya telah mencoba berbagai solusi untuk membangkitkan performa Bagnaia, namun belum menemukan jawaban mekanis yang pasti.
Bagnaia juga secara tegas menepis anggapan bahwa kemerosotan performanya disebabkan oleh kelelahan fisik atau mental. Ia justru menyoroti masalah teknis yang sangat krusial pada sistem pengereman motornya.
“Bukan keduanya. Sangat sulit untuk melaju kencang,” tegasnya. “Saat saya mengerem, motor tidak melambat, dan saat saya memasuki tikungan karena belum melambat, saya tidak berada di posisi yang tepat. Semakin lambat saya mengerem, semakin berkurang perlambatannya karena seolah-olah saya harus selalu mengerem dengan cara stoppie (mengangkat ban belakang).”
Berdasarkan keluhan kurangnya kecepatan tersebut, tampaknya sulit membayangkan Ducati mampu memberikan terobosan berarti dalam waktu dekat. Francesco Bagnaia kini hanya memiliki enam sisa balapan untuk memperbaiki catatan buruknya sebelum resmi meninggalkan tim demi bergabung bersama Aprilia.
Artikel Tag: marc marquez, ducati, francesco bagnaia, motogp jepang
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/motogp/francesco-bagnaia-frustrasi-di-motegi-usai-tertinggal-jauh-dari-marquez
