Tuesday, October 6News That Matters

Ekspor Kerajinan RI Melesat, Kemenperin Ingatkan IKM Soal Daya Saing


Wacana Berita, Jakarta –

Ekspor industri kerajinan Indonesia mencapai US$223,1 juta pada kuartal II 2026. Nilai tersebut meningkat 28,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$173,5 juta.

Di tengah kenaikan ekspor tersebut, penjualan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan di pasar domestik juga tercatat dari aktivitas pameran.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat delapan IKM yang mendapat fasilitasi dalam Kriyanusa 2026 membukukan transaksi Rp313 juta selama lima hari penyelenggaraan.

Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26-30 September di Jakarta International Convention Center (JICC), dengan melibatkan 257 peserta dan 410 stan.

Angka ekspor menunjukkan pasar kerajinan Indonesia tidak hanya bertumpu pada permintaan domestik. Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan porsi sekitar 28%.

Setelah AS, pasar ekspor kerajinan Indonesia antara lain Taiwan, China, Jepang, dan Belanda. Produk yang diekspor mencakup kerajinan dari rotan dan bambu, anyaman dari bahan tumbuhan lainnya, ukiran kayu, peralatan dapur dari kayu, rotan dan bambu, hingga produk keramik.

Pasar lainnya meliputi Inggris, Jerman, Prancis, Australia, Spanyol, Malaysia, Korea Selatan, Belgia, Italia, dan India.

Baca Juga: Baja Kendal Tembus Australia, Kemenperin Khawatir Ekspor Tak Berlanjut

Baca Juga: Mesin Industri RI Dibayangi Ketertinggalan, Kemenperin Turun Tangan Audit

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Budi Setiawan mengatakan perubahan preferensi konsumen ikut memengaruhi persaingan industri kerajinan. Produk tidak lagi hanya dinilai dari fungsi, tetapi juga dari desain, estetika, inovasi, hingga penggunaan kemasan yang ramah lingkungan.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pelaku IKM perlu menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar agar memiliki daya saing yang lebih kuat.

Kenaikan ekspor sebesar 28,59% pada kuartal II 2026 sekaligus menunjukkan ruang pasar global bagi produk kerajinan Indonesia masih terbuka. Di sisi lain, pameran seperti Kriyanusa menjadi salah satu kanal yang digunakan pemerintah untuk mempertemukan produk IKM dengan konsumen di pasar domestik.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *