Tuesday, October 6News That Matters

Ingin Wapres Seperti Jusuf Kalla, Kepala Bakom Syahganda Desak Prabowo Ganti Gibran


Wacana Berita, Jakarta –

Kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mendapat sorotan. Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mendesak Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan pergantian wakil presiden dengan sosok yang dinilai lebih kapabel.

Menurut Syahganda, Prabowo membutuhkan pendamping yang mampu bekerja aktif dan membagi beban pemerintahan. Ia menyebut sosok seperti Jusuf Kalla (JK) atau Boediono sebagai gambaran wakil presiden yang dapat membantu presiden menjalankan tugas kenegaraan.

Pernyataan tersebut disampaikan Syahganda saat berbincang dengan pakar hukum tata negara Refly Harun dalam siniar yang disiarkan di YouTube pada 3 Oktober 2026.

Syahganda menilai posisi wakil presiden saat ini belum menunjukkan fungsi yang sebanding dengan beratnya beban pemerintahan. Terlebih, menurut dia, Prabowo tengah mendorong perubahan besar atau shifting paradigm dalam arah ekonomi negara.

Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Waktu Jusuf Kalla sama SBY, JK itu menangani persoalan Aceh, waktu tsunami, ada gempa bumi, persoalan ekonomi, JK bekerja. Dulu Boediono juga bekerja. Nah, ini wapres tidak bekerja. Bahkan untuk sekadar gunting pita dalam proyek-proyek besar saja, seorang wapres itu harus punya wibawa. Ini wapresnya tidak ada wibawa,” kritik Syahganda.

Selain persoalan kinerja, Syahganda juga menyinggung kontroversi yang menurutnya telah membebani Gibran sejak proses pencalonan. Ia menyebut polemik putusan Mahkamah Konstitusi hingga persoalan ijazah sebagai bagian dari persoalan tersebut.

“Anda itu sudah tidak pantas lagi, sudah jelas cacat ijazah, cacat konstitusi, dan lain-lain. Sudah selesai saja,” tegasnya.

Syahganda menilai beban Prabowo dalam menjalankan pemerintahan sangat besar. Karena itu, ia menganggap presiden membutuhkan wakil yang dapat diandalkan untuk membagi pekerjaan berdasarkan wilayah maupun bidang.

Menurut dia, wakil presiden idealnya dapat mengambil alih sebagian tugas ketika presiden sedang menjalankan agenda lain. Dengan pembagian tersebut, berbagai urusan pemerintahan dapat tetap berjalan secara bersamaan.

Baca Juga: Respons Prabowo Soal Ijazah Jokowi Dibuka, Syahganda: Presiden Sebut Ragu

Syahganda juga mengatakan konstitusi memberikan ruang bagi pergantian wakil presiden apabila Gibran bersedia mengundurkan diri. Dalam skenario tersebut, ia berharap partai politik dapat berkompromi untuk mencari sosok senior atau teknokrat yang memiliki kemampuan kepemimpinan seperti JK atau Boediono.

“Kita cari orang yang betul-betul bisa ikut bekerja. Kalau Prabowo di luar negeri, dia bisa bekerja di dalam negeri. Kalau Prabowo ke Indonesia Timur, dia urus Indonesia Barat. Kalau Prabowo urusan udara, dia bisa urusan laut. Nah, sosok pendamping seperti ini yang seharusnya dicari di dua tahun pemerintahan ini,” pungkas Syahganda.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *