Tuesday, October 6News That Matters

Terungkap! Petugas Rutan Depok Diduga Ikut Bantu Pesta Narkoba


Wacana Berita, Jakarta –

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menemukan dugaan keterlibatan petugas Rutan Depok dalam kasus pesta narkoba yang terjadi di dalam rutan. Petugas tersebut diduga membantu menyediakan narkoba sekaligus peralatan yang digunakan untuk berpesta.

Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan mengatakan pihaknya telah membahas dugaan keterlibatan pegawai tersebut. Namun, informasi yang diterima dari kantor wilayah terkait sejauh ini belum sepenuhnya lengkap.

“Kami sudah diskusikan bahwa ada pegawai kami yang turut membantu menyediakan narkoba dan menyediakan alat-alat yang digunakan untuk berpesta,” kata Rudi saat konferensi pers di Gedung Kemenimipas, Senin (5/10/2026).

Rudi memastikan dugaan tersebut akan ditelusuri lebih lanjut. Ia juga menegaskan pihak yang terbukti terlibat akan dikenai hukuman.

“Tentunya ini akan kami dalami dan pasti kami jatuhi hukuman ya,” kata Rudi.

Kasus ini sebelumnya terungkap setelah muncul dugaan adanya sekelompok pria yang berjoget dan mengonsumsi narkoba di sebuah ruangan yang disebut berada di dalam Rutan Depok. Pihak rutan kemudian melakukan pemeriksaan untuk mengungkap kejadian tersebut.

Karutan Depok Ario Galih Maduseno menyebut sebanyak 22 warga binaan dan dua petugas diperiksa. Dari puluhan warga binaan tersebut, pemeriksaan lebih lanjut juga diarahkan kepada sekitar tiga hingga empat orang.

“Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar tiga sampai empat orang,” ujar Ario dikutip detikcom, Minggu (4/10).

Dua petugas Rutan Depok juga diperiksa terkait dugaan pesta narkoba tersebut. Ario membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di Rutan Depok dan menyebut kedua petugas yang diperiksa merupakan pegawai yang bertugas di satuan pengamanan serta staf bimbingan kerja.

Baca Juga: Buntut Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Kemen Imipas Pecat Kalapas dan Sanksi 17 Pegawai

“Untuk sementara ini dua orang (diperiksa),” tuturnya.

“Jelas petugas kami, pegawai Rutan Depok. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja,” tambahnya. Ario mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendapatkan arahan serta menentukan langkah penanganan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *