Monday, October 5News That Matters

PMI Garut Terima Bantuan Pemkab untuk Penanganan Bencana


KORAN MANDALA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut menerima bantuan bulan dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Bantuan tersebut diserahkan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (5/10/2026).

Ketua PMI Kabupaten Garut, Dr. Helmi Budiman, mengatakan bantuan bulan dana tersebut akan mendukung sejumlah program PMI, termasuk pembinaan dan pendidikan Palang Merah Remaja (PMR) dari tingkat Mula, Madya hingga Wira.

“Jadi, ini adalah bantuan Pak Bupati kepada PMI melalui bulan dana PMI. Salah satunya memang masuk ke dalam program PMI, yaitu bagaimana kita memberikan pendidikan kepada PMR. PMR dari tingkat Mula, kemudian Madya dan Wira. Ini bagian dari pembinaan yang dilakukan oleh PMI menggunakan dana bulan ini,” ujar Helmi.

Selain mendukung pembinaan PMR, PMI Garut juga menggunakan dukungan tersebut untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan, termasuk penanganan bencana.

Helmi mengatakan PMI Garut sebelumnya turut mengirimkan personel dan kendaraan untuk membantu penanganan bencana di Cianjur dan Aceh.

“Ketika bencana Cianjur, kita mengirimkan beberapa orang dalam waktu yang cukup lama di Cianjur. Kemudian waktu di Aceh, kita juga mengirimkan kendaraan maupun personel,” ucapnya.

Di wilayah Garut, PMI juga terlibat membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami kekurangan air bersih.

Helmi menjelaskan, PMI berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai mitra kerja dalam penanganan kekeringan. Salah satu bantuan yang diberikan yakni mendistribusikan air bersih menggunakan kendaraan tangki ke sejumlah daerah.

“Nanti dengan BPBD kita berbagi. Kemarin, ke beberapa daerah kita kirim air dalam bentuk tangki dan air.” katanya.

Ia menegaskan PMI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan relawan dalam menangani berbagai musibah yang terjadi di Kabupaten Garut.

“Tentu kami ingin bersama-sama dengan pemerintah daerah dan dengan relawan-relawan yang lainnya bersama-sama menangani musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Garut,” tambahnya.

Stok Darah Garut Dinilai Mencukupi

Selain penanganan bencana, Helmi menyampaikan kondisi ketersediaan darah di Kabupaten Garut saat ini berada pada tingkat yang mencukupi.

Namun, terdapat sejumlah jenis darah yang terkadang harus diproses di Bandung karena jumlah stoknya di Garut relatif sedikit.

“Memang ada beberapa jenis darah yang harus diproses di Bandung, tidak bisa di Garut karena sedikit.” jelasnya.

Ia mengatakan kebutuhan stok darah setiap golongan tidak selalu sama. Misalnya, stok golongan darah A dapat mencapai ratusan labu, sedangkan golongan darah B terkadang hanya tersedia sekitar lima hingga 10 labu.

“Kondisi seperti ini memang tidak bisa kita prediksi karena kadang-kadang A yang dibutuhkan, kadang B. Itu mungkin kondisinya seperti itu,” ungkap Helmi.

Meski demikian, ia memastikan ketersediaan darah di Garut berdasarkan perhitungan dan penilaian PMI pusat maupun PMI Jawa Barat masih memenuhi kebutuhan.

“Ya, itu sudah memenuhi karena ada hitung-hitungannya. Kalau misalkan dihitung tiga kali atau dua kali dalam dua bulan, ada misalkan satu bulannya 300, ada 600, itu sudah mencukupi,” katanya.

Helmi pun mengajak masyarakat, termasuk ASN, untuk berkontribusi melalui bulan dana PMI. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan PMI dalam memberikan bantuan ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan PMI memiliki banyak kegiatan kemanusiaan dan selama ini turut membantu masyarakat ketika terjadi berbagai musibah, termasuk longsor dan korban tenggelam.

Menurut Syakur, masyarakat perlu memahami berbagai kegiatan PMI agar tumbuh kesadaran untuk memberikan donasi.

“Kalau saya boleh saran, Pak Ketua, jadi mereka itu dipahamkan bahwa PMI ini berkegiatan yang bermanfaat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, sehingga anak-anak kita sudah mulai terbiasa  memberikan donasi mereka,” ujar Syakur.

Syakur menambahkan, kontribusi dari kalangan PNS telah ditentukan nilainya sehingga diharapkan tidak memberatkan.

“Kita meminta masyarakat memberikan kontribusi agar target dapat terealisasi. Hal ini akan memberikan kemudahan bagi PMI dan kita semua ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan saat terjadi musibah.” tandasnya



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *