
Komponen bahan bakar minyak (BBM), khususnya bensin, menjadi salah satu penyumbang inflasi pada September 2026. Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap dijaga untuk mengendalikan tekanan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen secara tahunan (year on year). Dalam periode tersebut, bensin menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi dengan kontribusi sebesar 0,31 persen.
Selain bensin, beberapa komoditas lain yang turut memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan sebesar 0,44 persen, ikan segar 0,23 persen, daging ayam ras 0,17 persen, dan cabai rawit 0,17 persen.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan pemerintah terus menjaga agar harga BBM subsidi, khususnya solar dan bensin, tidak mengalami kenaikan.
“Yang paling utama tadi sudah saya sebutkan bahwa pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga agar BBM subsidi, solar dan bensin itu di harga tetap, tidak ada kenaikan,” ujar Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Menurut Laode, kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi dilakukan karena komoditas tersebut memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat. Solar dan bensin digunakan oleh berbagai sektor, termasuk nelayan dan petani.
“Kenapa? Karena ini adalah komponen terbesar yang juga dipakai oleh nelayan dan petani,” katanya.
Pemerintah juga memastikan pengendalian inflasi dari sektor energi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan harga, tetapi juga dengan menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional. Laode menyebut ketahanan stok BBM nasional tetap dipertahankan pada level 18 hingga 20 hari.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Pangkas 25% Sumber Impor BBM, ESDM Cari Alternatif
Baca Juga: Naik 5 Persen, Angkutan BBM dan BBK via Kereta Tembus 2,1 Juta Ton hingga Agustus 2026
Upaya menjaga pasokan dilakukan di tengah tekanan pasar energi global akibat konflik Timur Tengah yang menyebabkan Indonesia kehilangan sekitar 25 persen sumber impor BBM.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah melakukan pencarian sumber pasokan alternatif dari negara-negara yang memiliki kelebihan stok.
Sementara itu, data publikasi Platts/Argus menunjukkan harga produk BBM global masih mengalami tekanan. Harga MOPS RON 92 tercatat sebesar 140,50 pada 25 September 2026, sedangkan MOPS Gasoil 0,25%S berada di level 159,70.
