
Thailand masih menjadi salah satu lawan yang paling sulit bagi Timnas Indonesia jika melihat sejarah pertemuan kedua negara. Meski begitu, pengamat sepak bola nasional Anton Sanjoyo atau Bung Joy menilai status Thailand sebagai “mimpi buruk” bagi skuad Garuda sudah tidak lagi berlaku untuk generasi sekarang.
Kedua tim akan bertemu dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 19.30 WIB. Thailand menjadi lawan terakhir Indonesia setelah skuad Garuda berhasil melewati fase grup dengan perjuangan dramatis.
Di atas kertas, Thailand masih memiliki keunggulan dalam sejarah pertemuan. Dari 78 pertandingan, Thailand telah memenangkan 37 laga, sementara Indonesia baru meraih 25 kemenangan dan 18 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Bahkan, Indonesia tidak pernah menang dalam lima pertemuan terakhir melawan Thailand. Rekor tersebut membuat nama Thailand selama bertahun-tahun identik dengan salah satu lawan yang sulit ditaklukkan oleh Indonesia.
Namun, Bung Joy melihat persoalan tersebut dari sudut pandang berbeda. Menurutnya, dominasi Thailand pada masa lalu memang pernah menciptakan tekanan psikologis bagi pemain Indonesia, tetapi kondisi itu tidak lagi dirasakan oleh generasi saat ini.
“Dulu, saya pernah mengatakan bahwa para pemain memiliki mental block sebelum bertemu Thailand,” ungkap Bung Joy dalam acara KOMPAS Malam di KOMPAS TV, Sabtu (3/10/2026).
Ia menilai pemain Indonesia saat ini tidak mengalami langsung periode ketika Thailand kerap menjadi mimpi buruk bagi skuad Garuda. Karena itu, catatan buruk tersebut dinilai tidak otomatis memengaruhi kepercayaan diri pemain menjelang final.
“Generasi Timnas Indonesia saat ini tidak pernah mengalami mimpi buruk saat menghadapi Thailand seperti yang terjadi sekitar lima atau enam tahun lalu,” katanya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Lolos Dramatis, Erick Thohir Singgung ‘Apa yang Terjadi di Sini dan di Tempat Lain’
Bung Joy juga melihat karakter berbeda dalam skuad asuhan John Herdman. Kehadiran pemain seperti Kevin Diks disebut menjadi bagian dari generasi yang memiliki pengalaman dan mental bertanding berbeda ketika menghadapi lawan dengan reputasi besar.
Keyakinan itu semakin menguat setelah Indonesia melewati pertandingan terakhir Grup A melawan Bangladesh. Skuad Garuda tidak hanya meraih kemenangan besar, tetapi juga mampu menjaga perjuangan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Indonesia akhirnya menang 9-2 dan memastikan posisi teratas Grup A. Hasil tersebut membawa skuad Garuda ke final sekaligus menunjukkan kemampuan tim untuk tetap bermain agresif ketika berada dalam situasi penuh tekanan.
“Menurut saya, penampilan Indonesia pada pertandingan pertama dan kedua memang belum terlalu bagus. Namun, saat melawan Bangladesh, karakter asli para pemain mulai terlihat,” ujar Bung Joy.
Karakter tersebut kini akan diuji menghadapi Thailand. Bung Joy berharap energi dan semangat yang ditunjukkan saat mengalahkan Bangladesh tidak hilang ketika Indonesia menghadapi lawan yang secara historis lebih dominan.
“Mudah-mudahan, semangat yang mereka tunjukkan saat menghadapi Bangladesh bisa terbawa ke pertandingan final,” katanya.
Dengan demikian, final FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya menjadi pertarungan untuk memperebutkan gelar. Laga tersebut juga menjadi kesempatan bagi generasi baru Timnas Indonesia untuk membuktikan bahwa Thailand tidak lagi menjadi mimpi buruk yang menghantui skuad Garuda seperti pada masa lalu.
