
Berita Liga Inggris –Manchester City menghadapi tekanan besar setelah dinyatakan bersalah melanggar 115 aturan financial fair play (FFP) Liga Premier. Meskipun City menolak memberikan komentar resmi, mereka telah menyatakan niat untuk mengajukan banding atas tuduhan tersebut.
Sejak putusan itu, perhatian publik tertuju pada City, dengan berbagai klub mengevaluasi kerugian yang mereka alami selama periode 2009-2018 ketika City diduga melakukan kecurangan. Beberapa mantan pemain dan manajer merasa dirugikan dan mengklaim berhak atas trofi yang seharusnya mereka menangkan.
Desakan untuk investigasi lebih lanjut terhadap City pun meningkat, terutama untuk mengetahui sejauh mana mereka menggelembungkan pengeluaran. Seorang pakar keuangan bahkan memperingatkan adanya potensi investigasi lebih lanjut. Keiran Maguire, Profesor Keuangan Sepak Bola di Universitas Liverpool, menyoroti bahwa pendapatan komersial City tidak menurun setelah 2018, memicu pertanyaan tentang keaslian pendapatan tersebut.
Tuduhan terhadap City mencakup periode sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018. Pada musim 2018-19, pendapatan komersial mereka turun £5 juta dibandingkan musim sebelumnya, mengindikasikan kemungkinan mereka berhenti menggelembungkan sponsor saat itu. Namun, sejak musim tersebut, laba mereka terus meningkat, dengan pendapatan komersial mencapai £309,5 juta pada 2021-22, naik 33% dari 2017-18. Komisi independen yang menemukan City bersalah menyatakan hanya £11 juta dari £145,73 juta biaya sponsor yang benar-benar dibayar oleh sponsor Abu Dhabi pada 2017-18, klaim yang dibantah oleh City dengan bukti yang mereka anggap tak terbantahkan.
Proses banding yang diajukan City berarti hukuman bagi klub ini masih akan memakan waktu. Mengingat periode pelanggaran yang panjang, hukuman yang dijatuhkan bisa jadi berat, sementara klub saingan berharap mendapatkan kompensasi atas kerugian finansial akibat kekalahan dari City dalam perebutan gelar.
Meski kemungkinan kecil gelar-gelar City akan diberikan kepada runner-up, hal tersebut belum sepenuhnya dikesampingkan. Jika saran Maguire terealisasi dan investigasi diperluas hingga setelah 2018, City berisiko kehilangan sebagian besar prestasinya, termasuk gelar Liga Premier, Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions.
Artikel Tag: manchester city
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/man-city-berpotensi-hadapi-investigasi-finansial-lanjutan-pasca-2018
