Saturday, October 3News That Matters

Sudaryono Temukan Yayasan Dapat Setoran Bermodalkan ‘Duduk Manis’ untuk Tiap Ompreng MBG


Wacana Berita, Jakarta –

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap adanya persoalan dalam pengelolaan mitra dapur program dari Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menemukan adanya yayasan yang meminta setoran uang kepada mitra berdasarkan jumlah ompreng makanan yang disalurkan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena yayasan yang meminta setoran itu disebut tidak memberikan kontribusi terhadap operasional maupun pembinaan dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Bukan Prabowo, Ternyata Menteri Inilah Sekutu Ideal dan Paling Dekat Buat Jokowi

Sudaryono menjelaskan, terdapat mitra yang sudah membangun dan menjalankan dapur, tetapi tetap diminta membayarkan sejumlah uang kepada yayasan yang menaunginya.

Padahal, berdasarkan temuan, yayasan tersebut tidak aktif menjalankan fungsi pembinaan maupun memberikan dukungan terhadap operasional dapur.

“Adanya mitra yang kemudian sudah membangun dapur itu, diminta untuk menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan, di mana yayasan ini tidak melakukan apapun, tidak memiliki kontribusi apapun tidak juga aktif di dapur, tidak melakukan pembinaan, tidak mempunyai kontribusi apapun terhadap jalannya dapur yang dinaungi oleh yayasan tersebut,” ujar Sudaryono, dikutip Minggu (4/10/2026).

Skema setoran berdasarkan jumlah ompreng tersebut menjadi persoalan tersendiri karena dapat menambah beban biaya yang harus ditanggung mitra dapur.

Menurut Sudaryono, setiap anggaran yang dialokasikan untuk program terkait seharusnya memberikan dampak langsung terhadap kualitas makanan yang diterima masyarakat, khususnya penerima manfaat.

Karena itu, ia ingin memastikan tidak ada komponen biaya yang justru mengurangi kemampuan dapur dalam menyediakan makanan bergizi.

“Intinya kami ingin pelaksanaan program ini betul-betul uang yang tersalurkan itu dikonversi menjadi menu makanan yang kualitasnya baik dan diterima dengan baik, kandungan gizinya baik, pertanggungjawabannya baik, akuntabilitasnya baik dan transparan,” kata Sudaryono.

Ia menilai pengelolaan program makan bergizi gratis tidak hanya berkaitan dengan penyaluran makanan, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap rupiah anggaran dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, yayasan yang menaungi dapur diharapkan benar-benar menjalankan fungsi dan memberikan kontribusi yang sesuai dengan perannya.

BGN sendiri telah menyiapkan mekanisme untuk menampung persoalan yang dialami para mitra. Saat ini tersedia dua portal registrasi yang dapat digunakan, yakni portal untuk yayasan dan portal untuk mitra.

Melalui mekanisme tersebut, mitra dapat menyampaikan persoalan yang mereka alami selama menjalankan kerja sama, termasuk apabila terdapat kerugian atau persoalan dengan yayasan yang menaungi dapur mereka.

Baca Juga: Jadi Penasihat Prabowo, Omongan Rocky Gerung Viral Lagi: Ada Yang Tak Beres di Kepemimpinan Negara Ini

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi jalan untuk memastikan program makan bergizi gratis tetap berjalan secara efektif tanpa dibebani biaya yang tidak memberikan manfaat langsung terhadap operasional dapur di Indonesia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *