
Pelantikan Pengamat Politik Rocky Gerung sebagai anggota penasihat presiden dinilai tidak bisa dilepaskan dari dinamika dari Presiden Prabowo Subianto. Ia disinyalir tengah kesulitan mencapai mimpinya untuk Indonesia.
Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai tujuh kali reshuffle sejak politikus itu menjabat menunjukkan adanya persoalan dalam menentukan orang yang tepat untuk mengisi posisi strategis pemerintahan.
Baca Juga: Tak Masalah Kalau Jadi Ketum, Jokowi Nyatakan Akan Serius Besarkan PSI
Menurut Ubedilah, kondisi tersebut menjadi pertanyaan serius karena pemerintah saat ini belum genap berjalan tiga tahun, tetapi sudah melakukan tujuh kali perombakan.
“Jadi memang reshuffle yang berkali-kali itu sebetulnya menunjukkan bahwa presiden kurang atau tidak punya kapasitas untuk merekrut orang-orang terbaik dalam menangani persoalan,” kata Ubedilah, dikutip Minggu (4/10/2026).
Ia menilai persoalan tersebut pada akhirnya berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintahan menjalankan Asta Cita.
“Jadi kapasitas mencari orang tepat untuk menjalankan asta cita itu gagal. Mengulang berulang kali. Sampai tujuh kali,” tegasnya.
Bagi Ubedilah, reshuffle tidak semestinya hanya dilihat sebagai rotasi jabatan. Ketika perubahan dilakukan berkali-kali dalam waktu relatif singkat, menurut dia, publik dapat mempertanyakan apakah pemerintah sejak awal telah memiliki desain yang matang dalam memilih pembantu presiden.
Prabowo menurutnya memiliki kecenderungan untuk merangkul berbagai kelompok dan tokoh sebagai tanda adanya keraguan dalam menjalankan pemerintahan.
“Menggalang kelompok-kelompok yang masuk koalisi dengan berbagai orang itu sebetulnya menunjukkan presiden sedang mengalami insecurity,” ujarnya.
Menurut Ubedilah, pemerintah membutuhkan konsistensi dan ketepatan dalam menentukan orang yang bertanggung jawab menjalankan program strategis dari Prabowo.
Diketahui, reshuffle terbaru dilakukan pada Jumat (2/10/2026). Sejumlah jabatan strategis berubah, termasuk posisi menteri koordinator, menteri teknis, wakil menteri dan kapolri.
Prabowo sendiri juga melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Salah satu dari orang-orang tersebut adalah Rocky Gerung.
Baca Juga: PDIP Soal Penggantian Listyo Sigit hingga Reshuffle ke-7 Prabowo: Ada Pesan Besar di Baliknya
Rocky selama ini dikenal sebagai pengamat politik yang sering menyampaikan kritik terhadap kekuasaan. Namun, kini ia dipercaya menjadi salah satu pemberi pertimbangan kepada Prabowo.
