
Pengamat Politik Rocky Gerung baru-baru ini dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pelatikannya sendiri menjadi sorotan beragam elemen masyarakat, dari rakyat biasa hingga partai politik seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kader Partai Solidaritas Indonesia, Dedy Nur Palakka pelantikan tersebut sebagai gambaran nyata bagaimana pertarungan pengaruh bekerja dalam politik. Rocky dulu merupakan pengkritik pemerintahan dan kini masuk ke dalam pemerintahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Masih Ada Dedi Mulyadi, Relawan Jokowi Tak Masalah Gibran Ditinggalkan Prabowo
“Inilah wajah asli dari politik. Dulu Rocky Gerung ini terkenal menjadi oposisi kritis pada kekuasaan, sekarang ia menjadi bagian dari kekuasaan,” kata Dedy, Minggu (4/10/2026).
Dedy kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan konsep struggle for power atau pertarungan memperebutkan kekuasaan dan pengaruh.
Menurut dia, perubahan posisi pengamat itu dari luar pemerintahan menjadi bagian dari lembaga penasihat presiden memperlihatkan bagaimana dinamika politik dapat mengubah posisi seseorang.
Rocky menurutnya telah memenangkan pertarungan mendapatkan lirikan atas dua nama lain yang juga dikenal publik sebagai pengamat atau komentator politik, yakni Muhammad Said Didu dan Akbar Faizal.
“Tapi, bagaimanapun dia lebih dilirik daripada @msaid_didu atau @akbarfaizal68,” tandas Dedy.
Diketahui, Rocky Gerung sendiri sebelumnya dikenal luas melalui kritik-kritiknya terhadap kebijakan pemerintah. Namun, setelah dilantik menjadi anggota lingkaran pemerintahan, ia menegaskan fungsinya tak lagi kritik namun kritis.
“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” ujar Rocky.
Ia menjelaskan, sikap kritis diperlukan karena setiap kebijakan pemerintah berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Menurut Rocky, Wantimpres memiliki fungsi untuk membedah persoalan kebijakan secara mendalam sebelum memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Baca Juga: Semar: Arahan Pak Jokowi, Kita Dukung Prabowo-Gibran Bahkan Sampai 2034
“Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan, penetapannya ada pada presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden,” jelasnya.
