Saturday, October 3News That Matters

510 Atlet Ramaikan PASI Cup 2026, Pembinaan Atlet Jadi Tantangan Utama


KORAN MANDALA – Sebanyak 510 atlet dari berbagai kelompok usia meramaikan Kejuaraan Atletik PASI Cup 2026 di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/10/2026).

Peserta tidak hanya berasal dari Kota Tasikmalaya, tetapi juga dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran hingga Sumedang. Mereka turun dalam sejumlah nomor atletik, mulai dari lari, tolak peluru hingga estafet.

Peserta berasal dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK/MA, mahasiswa, hingga kategori umum dan komunitas.

Satgas Pemberantasan Premanisme Polda Jabar Tertibkan Puluhan Orang di Tasikmalaya, 27 Jukir Liar Diamankan

Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan minat terhadap atletik di wilayah Priangan Timur masih cukup tinggi. Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar menyelenggarakan kompetisi, melainkan memastikan munculnya atlet potensial dapat diikuti pembinaan yang konsisten.

Ketua PASI Kota Tasikmalaya, Dede, mengatakan PASI Cup dirancang tidak hanya untuk memperebutkan medali, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet.

“Kami ingin PASI Cup tidak sekadar perlombaan. Ini bagian dari proses pembinaan. Kami ingin menjaring bibit atlet potensial, memberi pengalaman bertanding, sekaligus mengukur perkembangan hasil latihan mereka,” kata Dede.

Menurutnya, jumlah peserta tahun ini menjadi gambaran besarnya potensi atletik yang perlu dikembangkan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berjenjang dan tidak berhenti setelah kejuaraan selesai.

“Antusiasme peserta sangat tinggi. Ini menunjukkan potensi atletik di Kota Tasikmalaya cukup besar. Karena itu pembinaan harus berkelanjutan, mulai dari sekolah, klub, komunitas, hingga pembinaan prestasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan PASI Cup bukan hanya sebagai agenda kompetisi, tetapi sebagai bagian dari proses pencarian dan pematangan atlet.

Ketua Panitia PASI Cup 2026, Arif Rahman Hakim, mengatakan sebanyak 510 peserta putra dan putri mengikuti kejuaraan tahun ini.

“Jumlah peserta ini jadi motivasi bagi kami. Kami ingin peserta dapat pengalaman bertanding yang positif dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di lintasan,” kata Arif.

Kejuaraan mempertandingkan sejumlah nomor, yakni lari, tolak peluru dan estafet untuk kategori putra dan putri.

Dengan rentang peserta mulai dari usia sekolah hingga umum, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka dibandingkan peserta dari daerah lain.

PASI Kota Tasikmalaya berharap kompetisi tersebut dapat menjadi salah satu jalur untuk menemukan atlet-atlet muda yang kemudian dibina menuju level yang lebih tinggi, baik tingkat Jawa Barat maupun nasional.

Namun, keberhasilan pembinaan nantinya tidak cukup diukur dari banyaknya peserta atau jumlah medali yang diperoleh dalam satu kejuaraan. Ukuran yang lebih penting adalah berapa atlet potensial yang dapat teridentifikasi, bagaimana program pembinaannya setelah kompetisi, serta sejauh mana mereka mampu berkembang pada kejuaraan berikutnya.

PASI Cup 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari sistem pembinaan atletik yang berkelanjutan di Kota Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *