Saturday, October 3News That Matters

KDM Dinilai Belum Masuk Ring Satu Prabowo, Ini Alasan Sulit jadi Cawapres


Wacana Berita, Jakarta –

Politikus Dedi Mulyadi atau KDM dinilai masih menghadapi tantangan untuk masuk dalam lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto. Meski memiliki modal elektabilitas di daerah dengan basis pemilih besar, status KDM sebagai pendatang baru di Partai Gerindra disebut menjadi salah satu faktor yang membedakannya dari tokoh-tokoh yang selama ini berada di sekitar Prabowo.

Pandangan tersebut disampaikan pengamat politik Hendri Satrio dalam diskusi bersama figur publik Helmy Yahya melalui siniar Helmy Yahya Bicara yang tayang pada Jumat (2/10/2026).

Hendri menilai lingkaran terdekat Prabowo saat ini lebih banyak diisi kader-kader ideologis yang telah lama mendampingi dan membesarkan Partai Gerindra.

“Saya belum pernah melihat KDM ngobrol lama-lama sama Pak Prabowo. Artinya, dia bukan bagian dari tim ideologisnya Prabowo,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, sejumlah posisi strategis di sekitar Prabowo saat ini ditempati figur-figur loyalis dan lulusan Taruna Nusantara (Tarnus), di antaranya Sugiono, Sudaryono, dan Mayor Teddy. Sementara itu, KDM baru bergabung dengan Gerindra setelah sebelumnya berkiprah di Partai Golkar.

Perbedaan juga terlihat dari gaya komunikasi politik. Hendri menilai pendekatan KDM yang kerap turun langsung ke lapangan lebih identik dengan gaya kepemimpinan Joko Widodo dibandingkan corak politik Prabowo dan orang-orang di lingkaran terdekatnya.

Hendri kemudian mengaitkan posisi KDM dengan kalkulasi politik menuju Pemilu 2029 dan 2034. Menurut dia, sosok yang dipilih Prabowo sebagai pendamping pada 2029 berpotensi dipersiapkan sebagai penerus sekaligus figur yang akan melanjutkan dan membesarkan Partai Gerindra.

Karena itu, Hendri menilai Prabowo berpotensi lebih mempertimbangkan kader ideologis yang telah lama berada di lingkarannya.

Baca Juga: KPU Disebut Sengaja Tutup Akses Dokumen Syarat Gibran, Bawaslu Pun Tak Bisa Verifikasi

Dalam diskusi tersebut, Helmy Yahya menyampaikan pandangan berbeda dengan menyoroti kekuatan elektabilitas KDM. Menurut Helmy, KDM semestinya menjadi salah satu kandidat utama karena memiliki basis dukungan kuat, terutama di Jawa Barat yang disebut memiliki sekitar 51 juta pemilih.

Menanggapi hal tersebut, Hendri menyebut KDM masih memiliki ruang untuk mengubah posisinya di internal Gerindra. Namun, menurutnya, hal itu bergantung pada kemampuan KDM membangun kedekatan dengan Prabowo.

“Menurut saya, harus ada langkah-langkah bagaimana dia bisa masuk ke lingkarannya Pak Prabowo dan membuat Pak Prabowo nyaman bersama dia. Kalau dia masih terlalu jauh, kandidat kuatnya ya akan tetap seputar orang-orang di sekitar Pak Prabowo sekarang,” pungkas Hendri.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *