Friday, October 2News That Matters

Denny JA Terima AMA Appreciation Award 2026, Dorong Kepemimpinan yang Berani Ciptakan Nilai


Wacana Berita, Jakarta –

Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Denny JA, menerima AMA Appreciation Award 2026 dalam gelaran AMA Indonesia Conference 2026 di Sanur, Bali.

Penghargaan dari Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) tersebut diberikan atas kontribusi Denny JA dalam memperluas wawasan strategis PHE, mendorong pengambilan keputusan yang profesional dan bertanggung jawab, serta memperkuat ekosistem pembelajaran dan kepemimpinan perusahaan.

AMA Indonesia Conference 2026 mengangkat tema “From Management to Wealth Creation”, yang menyoroti perubahan makna kepemimpinan korporasi di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutanya, Denny JA mengatakan penghargaan bukanlah puncak perjalanan kepemimpinan, melainkan momentum untuk kembali mempertanyakan makna seorang pemimpin.

Menurutnya, wealth creation tidak semata-mata berbicara tentang menghasilkan keuntungan atau memperbesar perusahaan, tetapi mengenai kemampuan menciptakan nilai dan kemungkinan baru.

Ia mencontohkan perkembangan SpaceX dan teknologi reusable rocket yang mengubah cara manusia memandang biaya peluncuran ke luar angkasa. Dari ekosistem tersebut kemudian berkembang Starlink, yang memperluas akses konektivitas melalui jaringan satelit orbit rendah Bumi.

“Wealth creation bukan pertama-tama soal kekayaan. Ia dimulai ketika seseorang melihat kebutuhan yang belum terjawab, lalu mengubahnya menjadi nilai,” ujar Denny JA.

Ia menyebut konsep tersebut sebagai bagian dari defining question, yakni pertanyaan mendasar yang perlu dijawab pemimpin: apa yang paling dibutuhkan zaman, manusia, dan lingkungan saat ini yang dapat diberikan oleh organisasi yang dipimpinnya.

Dalam konteks PHE, pertanyaan tersebut diarahkan pada bagaimana perusahaan dapat berkontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia. Denny JA menyebut dua hal yang perlu berjalan bersama, yakni meningkatkan produksi energi sekaligus memperkuat institusi agar keputusan bisnis dapat diambil secara profesional dan bertanggung jawab.

Di sisi produksi, PHE mencanangkan aspirasi 1M29, yakni mencapai produksi satu juta barel minyak per hari pada 2029. Upaya tersebut dilakukan melalui eksplorasi, pemanfaatan teknologi, optimalisasi lapangan eksisting, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru.

Selain itu, PHE juga mengembangkan strategi “PHE Goes Global” melalui peluang merger dan akuisisi selektif di luar negeri untuk memperluas sumber produksi dan mendukung ketahanan energi Indonesia.

Menurut Denny JA, target besar membutuhkan keberanian mengambil keputusan, termasuk menghadapi risiko dan kemungkinan kegagalan dalam kegiatan eksplorasi.

Karena itu, ia mendorong penguatan ekosistem Business Judgment Rule (BJR) agar terdapat mekanisme yang jelas dalam membedakan kerugian akibat risiko bisnis yang wajar dengan kerugian akibat tindakan korupsi.

“Bangsa tidak hanya membutuhkan pemimpin yang bersih. Ia juga membutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan besar secara bersih,” katanya.

Denny JA menilai kepemimpinan korporasi pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga perusahaan, tetapi juga menciptakan kemungkinan baru, membuka ruang pertumbuhan, dan membangun institusi yang lebih kuat.

Dengan demikian, keberhasilan seorang pemimpin tidak berhenti pada hasil yang dicapai selama masa kepemimpinannya, tetapi juga pada seberapa kuat organisasi yang ditinggalkannya untuk menghadapi perubahan di masa depan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *