
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai Presiden Prabowo Subianto baru mengganti tiga dari sembilan sosok yang disebutnya sebagai “pilar Jokowi” di Kabinet Merah Putih selama hampir dua tahun masa pemerintahan.
Dalam periode tersebut, Prabowo tercatat mencopot Budi Arie Setiadi dari jabatan Menteri Koperasi melalui reshuffle kabinet pada 8 September 2025. Kemudian, pada 1 Oktober 2026, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dari jabatan Kapolri dan Pratikno dicopot dari posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
“Dari 9 (sembilan) pilar Jokowi di Kabinet Prabowo, selama mendekati 2 tahun pemerintahan @prabowo, baru berhasil mengganti 3 (tiga) orang, yaitu : (1) Lystio Sigit, (2) Pratikno, dan (3) Budi Arie,” tulisnyadi akun X pribadinya, dikutip Jumat (2/10).
Menurut Said Didu, masih ada enam nama yang dianggapnya sebagai bagian dari kelompok tersebut, yakni Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Sekretaris Kabinet Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya.
“Masih tersisa 5 (lima) orang : (1) Bahlil, (2) Raja Juli, (3) Tito, (4) LBP, (5) Agus Subiyanto, dan (6) Teddy,” tandasnya.
Baca Juga: Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Zulfikar Akbar: Jangan-jangan Purbaya Salah Copot?
Sebagai informasi, dalam reshuffle kabinet yang dilakukan pada Kamis (1/10/2026), posisi Kapolri yang sebelumnya dijabat Listyo Sigit Prabowo diisi oleh Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. Setelah tidak lagi menjabat Kapolri, Listyo Sigit kemudian dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman.
Sementara itu, posisi Menko PMK yang ditinggalkan Pratikno diisi oleh Sugiono, yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri. Namun, hanya berselang sehari setelah dicopot dari kabinet, Pratikno kembali mendapat penugasan baru dan resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2 Oktober 2026.
