
Rocky Gerung kini resmi berada di dalam lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Posisi tersebut membuat pernyataan Rocky pada 2019 tentang Prabowo kembali menjadi sorotan.
Tujuh tahun lalu, Rocky pernah mengatakan akan mengkritik Prabowo hanya 12 menit setelah mantan Danjen Kopassus itu dilantik sebagai presiden. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Rocky hadir dalam deklarasi alumni perguruan tinggi yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.
“Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik, catat jejak digital hari ini,” kata Rocky dalam acara di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, 26 Januari 2019.
Pernyataan itu disampaikan Rocky untuk menegaskan posisinya sebagai pengkritik kekuasaan. Saat itu, ia mengatakan siapa pun yang nantinya memegang kekuasaan tetap akan menjadi pihak yang bisa dikritiknya.
Namun, situasi politik berubah jauh dari gambaran yang ada pada 2019. Pada Jumat (2/10/2026), Rocky justru berdiri di hadapan Prabowo di Istana Negara untuk menandatangani berita acara pelantikan sebagai anggota Wantimpres.
Pelantikan tersebut sekaligus menempatkan Rocky dalam lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Pratikno dipercaya menjadi Ketua Wantimpres, sedangkan Hatta Rajasa menduduki posisi Wakil Ketua.
Menariknya, sebelum resmi dilantik, Rocky sempat membuat penasaran wartawan ketika tiba di Istana Negara. Saat ditanya mengenai kehadirannya dan kabar dirinya akan menjadi anggota Wantimpres, Rocky tidak memberikan penjelasan panjang.
“Ini gua ada acara radical break. Udah,” ujar Rocky sebelum masuk ke kompleks Istana.
Beberapa saat kemudian, teka-teki tersebut terjawab. Rocky benar-benar dilantik bersama jajaran Wantimpres lainnya oleh Prabowo.
Posisi Rocky saat ini pun memiliki konteks berbeda dengan pernyataannya pada 2019. Ia bukan lagi sekadar menyampaikan kritik dari luar struktur pemerintahan, melainkan mendapat tugas formal untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Meski begitu, Rocky sendiri menegaskan bahwa masuknya dirinya ke Wantimpres bukan berarti fungsi kritis tersebut hilang. Dalam penjelasannya setelah pelantikan, ia membedakan antara “mengkritik” dan bersikap “kritis” terhadap kebijakan.
“Bukan mengkritik. Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” tegas Rocky di Istana Negara, Jumat (2/10/2026).
Rocky juga mengatakan anggota Wantimpres tidak berada pada posisi untuk mengambil keputusan akhir mengenai kebijakan pemerintah. Menurutnya, dewan memberikan pertimbangan, sedangkan keputusan penetapan tetap berada di tangan Presiden.
“Tugas Dewan adalah mengingat dan menimbang, dan memutuskan penetapannya ada pada Presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden,” ujar Rocky.
Dengan posisi barunya itu, Rocky kini memiliki ruang formal untuk menyampaikan pertimbangan kepada Presiden Prabowo. Sementara itu, jejak digital pernyataannya pada 2019 tentang janji mengkritik Prabowo 12 menit setelah dilantik kembali muncul setelah dirinya justru resmi menjadi bagian dari Wantimpres.
Perubahan posisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan politik Rocky yang kini memasuki babak baru. Dari pengamat yang dikenal aktif mengkritik kekuasaan, ia sekarang menjalankan peran resmi sebagai anggota lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden.
