
Paspor Malaysia menempati posisi papan atas dalam daftar paspor terkuat dunia pada 2026. Berdasarkan Global Passport Power Rank 2026 yang dirilis Passport Index, Malaysia berada di peringkat kedua bersama Singapura dengan skor mobilitas 175.
Skor tersebut berarti pemegang paspor Malaysia memiliki akses ke 175 negara dan wilayah. Rinciannya terdiri atas 129 negara tanpa visa dan 46 negara dengan visa on arrival atau visa yang diberikan saat tiba di negara tujuan.
Dalam pemeringkatan tersebut, skor mobilitas dihitung dari jumlah akses visa-free dan visa on arrival. Semakin tinggi skor mobilitas, semakin tinggi pula posisi paspor suatu negara.
Daftar paspor terkuat dunia 2026
Berikut negara-negara dengan paspor terkuat berdasarkan Global Passport Power Rank 2026:
- Uni Emirat Arab (UEA) — 182 akses negara, terdiri atas 138 bebas visa dan 44 visa on arrival.
- Singapura — 175 akses negara, terdiri atas 140 bebas visa dan 35 visa on arrival.
- Malaysia — 175 akses negara, terdiri atas 129 bebas visa dan 46 visa on arrival.
- Spanyol — 174 akses negara, terdiri atas 132 bebas visa dan 42 visa on arrival.
- Belgia, Luksemburg, Perancis, Denmark, Jerman, Swedia, Belanda, Finlandia, Italia, Swiss, Yunani, Portugal, Austria, Norwegia, Irlandia, dan Jepang — masing-masing 173 akses negara.
- Malta, Polandia, Hongaria, Kroasia, Latvia, dan Korea Selatan — masing-masing 172 akses negara.
- Rumania, Slovenia, Ceko, Slovakia, Bulgaria, dan Estonia — masing-masing 171 akses negara.
- Siprus, Lituania, dan Inggris — masing-masing 170 akses negara.
- Kanada, Liechtenstein, dan Selandia Baru — masing-masing 169 akses negara.
- Islandia dan Australia — masing-masing 168 akses negara.
- Amerika Serikat — 167 akses negara, terdiri atas 121 bebas visa dan 46 visa on arrival.
Sementara itu, paspor Indonesia berada di peringkat ke-56 dunia dalam Passport Index 2026. Pemegang paspor Indonesia tercatat memiliki akses ke:
- 49 negara tanpa visa;
- 40 negara dengan visa on arrival;
- 109 negara yang masih mensyaratkan visa.
Posisi Indonesia juga berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Thailand berada di peringkat ke-53 dengan akses ke 45 negara tanpa visa dan 48 negara dengan visa on arrival.
Bahkan, Timor-Leste tercatat lebih baik karena berada di peringkat ke-46, sedangkan Brunei Darussalam menempati peringkat ke-18.
Lalu, apa yang membuat paspor Indonesia sulit bersaing? Sejumlah faktor yang disebut berkontribusi terhadap kuatnya paspor negara-negara tersebut meliputi:
- Stabilitas politik.
- Rendahnya risiko imigrasi.
- Institusi yang relatif transparan.
- Pelancong yang umumnya dipandang berisiko rendah dan taat aturan oleh otoritas imigrasi negara lain.
- Kekuatan ekonomi sebagai salah satu pusat manufaktur dan perdagangan regional.
- Tenaga kerja terampil dan daya beli yang relatif stabil.
- Diplomasi melalui hubungan multilateral.
- Hubungan yang diperkuat dengan negara-negara di Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika.
- Hubungan tetap dekat dengan negara-negara Barat.
Berbagai faktor tersebut disebut turut mendukung kepercayaan internasional terhadap pemegang paspor dan pemberian akses bebas visa ke berbagai negara.
