
Berita Tenis: Setelah meraih dua gelar Grand Slam pertamanya musim ini, Alexander Zverev memasuki rangkaian turnamen di Asia dengan kesadaran bahwa ia berpeluang menutup musim sebagai petenis peringkat 1 dunia.
Petenis berkebangsaan Jerman saat ini memimpin klasemen sementar menuju Turin dengan keunggulan 700 poin dan menempati 2 dunia kedua dalam daftar peringkat resmi, tertinggal kurang dari 1.400 poin di belakang Jannik Sinner yang harus absen bertanding dalam beberapa pekan terakhir akibat masalah pada lutut dan belum bermain lagi sejak Wimbledon. Sementara itu, petenis peringkat 3 dunia Carlos Alcaraz sedang dalam masa pemulihan cedera. Japan Open pekan ini akan menjadi turnamen tunggal ATP kedua yang diikutinya sejak bulan April.
“Menurut saya, di awal musim semua orang memperkirakan persaingan itu akan terjadi antara Carlos dan Jannik, jadi, saya sangat senang bisa turut diperhitungkan dalam persaingan tersebut,” ujar Zverev mengenai perebutan peringkat 1 dunia di akhir musim.
“Saya sudah sering mengatakannya musim ini, satu-satunya hal yang bisa saya kendalikan adalah bermain tenis dengan baik, tampil apik di lapangan, berusaha merasa nyaman saat bertanding, dan melakukan segala upaya untuk mempersiapkan diri agar bisa bermain dengan baik. Hal-hal lainnya akan berjalan dengan sendirinya. Saya hanya akan berusaha fokus untuk memenangkan pertandingan-pertandingan yang bisa saya menangkan.”
Petenis berkebangsaan Jerman memasuki China Open dengan catatan 56 kemenangan sampai sejauh ini pada musim 2026, jumlah terbanyak dibandingkan petenis putra lainnya. Selain menjuarai French Open dan US Open, ia juga menjadi runner up Wimbledon. Di luar Grand Slam, pencapaian terbaiknya adalah melaju ke final Madrid Open pada bulan Mei.
“Setelah menjuarai French Open, pola pikir anda berubah karena anda merasa sudah pernah memenangkan gelar juara. Tepat setelah French Open, saya berhasil mencapai final Wimbledon. Saya benar-benar merasa bisa menang lagi,” jelas Zverev.
“Usia saya 29 tahun. Sempat ada keraguan apakah hal itu akan pernah terjadi atau tidak. Namun, keraguan itu kini sudah sirna.”
“Saya jauh lebih menikmati waktu di New York dibandingkan saat mengikuti French Open. Di French Open, saya merasa sangat tertekan. Sebaliknya, di New York, saya benar-benar menikmati keberadaan saya di sana.”
Mengenai faktor kunci di balik peningkatan kesuksesannya, ia mengaitkannya dengan kerja sama yang ia lakukan bersama timnya serta pendekatan yang mereka terapkan musim ini. Ia dilatih oleh ayahnya. Kedua orang tuanya merupakan mantan petenis profesional yang mewakili Uni Soviet sebelum pindah ke Jerman. Kakaknya, Mischa juga seorang mantan petenis.
“Saya dan tim duduk bersama dan memutuskan untuk memainkan gaya tenis yang berbeda musim ini,” tambah Zverev.
“Menurut saya, itu terbukti menjadi langkah yang tepat. Hal itu terbukti bermanfaat bagi saya. Tentu saja, saya akan terus membenahi aspek-aspek tertentu. Saya rasa ada hal-hal yang dilakukan petenis lain dengan lebih baik dibandingkan saya dan saya akan berusaha meningkatkannya.”
Zverev akan menghadapi petenis berkebangsaan Inggris, Cameron Norrie di laga pembuka China Open pekan ini.
Artikel Tag: french open, us open, alexander zverev, china open
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/tenis/alexander-zverev-tetap-fokus-untuk-kejar-peringkat-1-dunia-akhir-musim
