
Berita Sepak Bola: Badan sepak bola dunia, FIFA, menuding UEFA telah melakukan “kampanye disinformasi” guna memengaruhi peta persaingan pemilihan presiden FIFA mendatang. FIFA secara resmi mendesak pengadilan federal Amerika Serikat untuk menolak permohonan keterbukaan dokumen yang diajukan oleh UEFA terkait proposal investasi yang kini telah dibatalkan.
Perselisihan hukum ini memanas setelah UEFA mengajukan permohonan ke pengadilan AS untuk memperoleh kesaksian dan dokumen dari entitas FIFA yang berbasis di Florida. Dokumen tersebut rencananya bakal digunakan UEFA untuk menyusun gugatan pidana di Swiss terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait rencana pengalihan hak komersial Piala Dunia ke anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).
Melalui berkas tanggapan resmi yang diajukan di Pengadilan Distrik Selatan Florida pada hari Senin (28/9/2026), FIFA secara tegas membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan oleh pihak UEFA. FIFA menegaskan bahwa proposal FFE sepenuhnya tunduk pada persetujuan serta pengawasan resmi dari asosiasi anggota dan Dewan FIFA.
“Tanpa dasar apa pun, UEFA mengisyaratkan bahwa Infantino berusaha mencari keuntungan pribadi dari proposal FFE. Tuduhan UEFA bahwa Infantino melanggar hukum atau prinsip etika secara kategoris tidak beralasan,” tulis pihak FIFA dalam berkas tanggapannya.
UEFA sebelumnya menuding Infantino menyusun proposal FFE secara rahasia bersama sekelompok kecil penasihat dan investor tanpa berkonsultasi dengan Dewan FIFA maupun konfederasi regional. UEFA mengklaim para investor bakal membayar 4,2 miliar dolar AS untuk saham di FFE dengan nilai kapitalisasi perusahaan sebesar 20 miliar dolar AS, angka yang dinilai jauh di bawah nilai pasar sebenarnya.
FIFA membalas tuduhan tersebut dengan menyebut UEFA telah keliru menyamakan nilai ekuitas (equity value) dengan nilai perusahaan (enterprise value). FIFA menjelaskan bahwa total nilai perusahaan FFE sejatinya mencapai lebih dari 30 miliar dolar AS, jauh melampaui angka yang dituduhkan oleh UEFA.
Proyek FFE sendiri telah resmi dibatalkan pada Juli lalu usai mendapat penolakan keras dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Sebagai langkah perbaikan, Infantino pekan lalu telah menyurat kepada 211 asosiasi anggota untuk mengusulkan peninjauan independen terhadap proses pengambilan keputusan di internal FIFA.
FIFA menilai manuver hukum yang dilancarkan UEFA pada periode ini murni bermotif politik untuk menjatuhkan kredibilitas Infantino jelang pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang. FIFA meminta pihak pengadilan AS untuk menolak secara mentah-mentah upaya intervensi politik yang coba dilakukan oleh UEFA.
Artikel Tag: uefa, fifa, gianni infantino
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/fifa-tuding-uefa-lakukan-kampanye-disinformasi-jelang-pemilihan-presiden
