Tuesday, September 29News That Matters

Terlihat Mesra, tapi Kesepakatan Dagang Trump dan Xi Jinping Dinilai ‘Tak Terlalu Penting’


Wacana Berita, Jakarta –

Amerika Serikat dan China mulai membuka ruang untuk mengurangi sejumlah hambatan perdagangan. Namun, pembahasan tersebut belum menandai berakhirnya ketegangan dagang antara Washington dan Beijing.

Pemerintah Amerika Serikat dan China membahas kerangka pengurangan tarif secara timbal balik dengan nilai sekitar 30 miliar dolar AS dari masing-masing negara. Daftar barang yang mendapatkan perlakuan tarif lebih rendah menjadi salah satu hasil terbaru dari pembicaraan kedua negara.

Washington menyatakan pengurangan hambatan perdagangan diharapkan memberikan manfaat bagi konsumen Amerika Serikat. Pemerintah AS juga tetap menekankan sejumlah kepentingan, termasuk kepatuhan China terhadap komitmen pembelian produk pertanian dan energi dari Amerika Serikat.

Selain itu, Washington ingin mendorong perdagangan yang lebih seimbang serta memperluas akses pasar bagi petani, produsen, pelaku usaha, dan pekerja Amerika.

China mengonfirmasi daftar barang yang masuk dalam rencana pengurangan tarif tersebut. Beijing menyebut pembahasan itu diarahkan untuk mencapai kesepakatan bersama mengenai barang-barang yang memperoleh perlakuan tarif lebih rendah.

Menurut Kementerian Perdagangan China, langkah tersebut dapat membantu menstabilkan hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat. Pengurangan tarif juga diharapkan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi ekspor produk China ke pasar Amerika sekaligus memenuhi permintaan pasar domestik China.

Sejumlah sektor masuk dalam pembahasan, mulai dari produk pertanian dan energi hingga barang manufaktur serta barang konsumsi.

Meski kedua negara membahas pengurangan tarif, hubungan perdagangan AS-China masih menghadapi berbagai persoalan.

Pembahasan tersebut berlangsung setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu dalam pertemuan puncak. Pertemuan itu belum menghasilkan banyak pengumuman konkret untuk menyelesaikan seluruh perbedaan kedua negara.

Perselisihan Washington dan Beijing juga tidak hanya berkaitan dengan tarif. Kedua negara masih memiliki perbedaan mengenai perdagangan, kecerdasan buatan, Taiwan, akses pasar, hingga kepentingan ekonomi masing-masing.

Data Perwakilan Dagang AS menunjukkan total perdagangan dua arah Amerika Serikat dan China mencapai sekitar 495 miliar dolar AS pada 2025. Nilai tersebut turun sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan perdagangan itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan hubungan dagang sejak Trump kembali menduduki Gedung Putih.

Karena itu, rencana pengurangan tarif belum dapat dipandang sebagai perubahan besar dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Daftar barang yang masuk dalam rencana pengurangan tarif kemungkinan memiliki dampak terbatas terhadap keseluruhan arus perdagangan AS-China. Sebagian besar barang dalam daftar tersebut tidak memiliki pengaruh besar terhadap keseluruhan volume perdagangan kedua negara.

Pengurangan tarif memang berpotensi membuat sejumlah barang lebih murah bagi konsumen Amerika Serikat, tetapi dampaknya terhadap inflasi maupun sebagian besar konsumen dinilai belum besar.

Baca Juga: Trump Tolak Tawaran Iran, Pilih ‘Obral’ Kesepakatan dengan China

Hal yang sama berlaku terhadap sejumlah produk pertanian Amerika Serikat yang akan mendapatkan perlakuan tarif lebih baik di China. Meskipun mencakup berbagai jenis produk, sebagian barang disebut tidak banyak diekspor ke China atau memiliki volume perdagangan yang relatif kecil.

Dengan kondisi tersebut, pengurangan tarif lebih mencerminkan langkah awal untuk mengelola ketegangan perdagangan daripada penyelesaian menyeluruh atas perselisihan AS-China.

Kedua negara masih harus membahas rincian penerapan pengurangan tarif sebelum kesepakatan dapat diterapkan secara penuh.

Bagi Amerika Serikat, akses pasar, pembelian produk pertanian dan energi, serta keseimbangan perdagangan masih menjadi perhatian. Sementara China berkepentingan menjaga stabilitas perdagangan dan kelancaran ekspor produknya ke pasar Amerika Serikat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *