Tuesday, September 29News That Matters

27 Pemain untuk Empat Kompetisi, Pengamat Nilai Persib Harus Berani Menentukan Prioritas


KORAN MANDALA – Persib Bandung menghadapi tantangan besar untuk menjalani musim 2026/2027 dengan skuad yang relatif terbatas. Dengan 27 pemain yang tersedia setelah dua pemain dipinjamkan, Maung Bandung harus membagi tenaga untuk menghadapi empat kompetisi.

Pengamat olahraga sekaligus mantan Pemain Persib era 90-an Sujana menilai jumlah tersebut masih cukup jika Persib hanya bermain di satu kompetisi. Namun, situasinya berbeda ketika tim harus menjalani agenda pertandingan di level domestik dan Asia dengan jadwal yang padat serta perjalanan lintas negara.

Menurut Sujana, persoalan utama bukan hanya jumlah pemain, melainkan kemampuan tim melakukan rotasi dan menjaga kondisi fisik pemain. Jarak antarlaga yang berdekatan membuat kebutuhan terhadap pemain yang benar-benar siap secara fisik menjadi semakin penting.

Persib Bidik Tiga Poin di Thailand, Ikwan Tanamal Siap Tempur Lawan Port FC

“Kalau memang buat liga cukup. Tapi Persib sekarang di empat event. Kalau dibilang kurang, ya kurang, karena harus banyak rotasi. Pertandingan ke pertandingan juga tidak terlalu jauh. Kalau di Jawa masih bisa, ini sudah lintas negara, butuh istirahat, butuh pemain yang benar-benar bugar,” ujar Sujana.

Kondisi tersebut membuat Persib dinilai tidak bisa memaksakan diri untuk mengejar seluruh target di empat kompetisi dengan intensitas yang sama. Sujana menyebut manajemen dan tim pelatih perlu menentukan prioritas, terlebih bursa transfer pemain telah ditutup sehingga opsi untuk menambah kekuatan dalam waktu dekat sangat terbatas.

“Kalau tiga event ini harus diambil, tidak bisa. Harus ada salah satu yang dikorbankan,” katanya.

Sujana menilai kompetisi domestik dan ajang Asia menjadi dua agenda yang perlu mendapat perhatian besar. Liga, menurutnya, tetap memiliki posisi penting karena merupakan kompetisi utama di Indonesia. Sementara kompetisi Asia menghadirkan tantangan berbeda karena Persib harus menghadapi lawan dengan level permainan yang lebih beragam.

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan kualitas pemain berdasarkan kebutuhan kompetisi. Tidak semua pemain yang mampu tampil baik di level domestik otomatis berada pada level yang sama ketika menghadapi lawan di kompetisi Asia.

“Kalau Persib sudah mulai ke Asia, pemain yang benar-benar levelnya Asia dan mana levelnya liga harus kelihatan. Bukan berarti mengecewakan pemain yang ada sekarang. Pemain lokal juga bagus, tetapi kita harus lihat apakah mereka siap di level Asia,” ujarnya.

Dengan bursa transfer yang sudah ditutup, Persib kini tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan perubahan komposisi skuad. Karena itu, Sujana menyebut kemampuan tim pelatih dalam melakukan rotasi akan menjadi sangat menentukan.

Menurutnya, tidak ada lagi istilah pemain utama dan pemain cadangan dalam situasi seperti sekarang. Setiap pemain harus dipersiapkan untuk tampil ketika dibutuhkan, terutama ketika jadwal pertandingan datang beruntun.

“Pelatih harus pintar-pintar mempersiapkan. Di tim Persib sekarang tidak ada pemain cadangan, semua juga harus siap. Bukan berarti yang tidak main sebagai pemain pertama tidak penting,” katanya.

Sujana mencontohkan kebutuhan rotasi berdasarkan pengalaman Persib ketika menjalani perjalanan dan pertandingan yang padat. Pemain yang tidak tampil dalam satu laga harus dipersiapkan untuk pertandingan berikutnya sehingga beban fisik tidak menumpuk pada pemain yang sama.

Di sisi lain, Sujana menyoroti sektor penjaga gawang sebagai salah satu posisi yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, mengandalkan satu penjaga gawang utama secara terus-menerus di tengah padatnya kompetisi tetap memiliki risiko.

“Yang paling riskan kalau saya lihat penjaga gawang. Kalau terus-terusan masih riskan dengan satu penjaga gawang. Kalau bisa cari penjaga gawang yang benar-benar di level mana, disiapkannya seperti itu,” ujarnya.

Meski demikian, Sujana menilai Persib masih memiliki peluang mengatasi persoalan tersebut jika tim pelatih mampu melakukan pemetaan skuad dengan tepat. Pemain yang belum mendapatkan banyak kesempatan juga harus disiapkan sejak dini untuk mengisi posisi ketika pemain utama membutuhkan istirahat.

“Semua pemain harus disiapkan. Belakang, gelandang, sampai depan. Mudah-mudahan dengan cepat tim pelatih bisa mempersiapkan pemain di level-level mana yang harus disiapkan,” katanya.

Empat kompetisi dalam satu musim pada akhirnya bukan hanya menguji kualitas Persib di lapangan. Dengan skuad terbatas dan jadwal yang padat, kemampuan menjaga kebugaran, menentukan prioritas, serta mengatur rotasi akan menjadi bagian penting dari perjalanan Maung Bandung musim ini.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *