
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyindir kinerja Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Sorotan itu muncul ketika tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia kembali terjadi pada perdagangan Selasa (29/9/2026).
Said Didu menyinggung kondisi nilai tukar rupiah dan pasar saham yang sama-sama berada dalam tekanan.
“Fakta “keberhasilan” Menkeu Pak Suhasi – kebanggaan korps dan staf @KemenkeuRI. Nilai tukar dan harga saham ANJLOK !!!” tulis Said Didu di akun X, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Politisi PSI: Yang Lagi Sibuk di MK Hanyalah Orang yang Jengkel Saja ke Gibran
Tekanan terhadap pasar Indonesia memang tercermin dari pergerakan IHSG pada awal perdagangan hari ini. IHSG melemah lebih dari 2 persen hingga menyentuh level 6.014 tak lama setelah pembukaan perdagangan bursa.
Kondisi serupa juga terlihat dari nilai tukar rupiah. Pada Selasa pagi, rupiah kembali menembus level Rp18.000 per dolar AS.
Suahasil sendiri baru menempati posisi Menteri Keuangan setelah menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil sebagai Menkeu pada 14 September 2026, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Pergantian tersebut kemudian menjadi konteks bagi Said Didu untuk kembali mengkritik kebijakan dan kinerja Suahasil.
Baca Juga: PSI: Tidak Mungkinlah Gibran Didiskualifikasi, Kecuali…
Dalam unggahan sebelumnya, ia juga sempat menyoroti postingan yang memuat sejumlah kebijakan kontroversial Suahasil selama sekitar satu minggu menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Di antaranya, pengesahan anggaran MBG sebesar Rp240 triliun yang sebelumnya disebut akan dipangkas Purbaya menjadi di bawah Rp200 triliun demi efisiensi.
Kemudian, pengesahan pajak marketplace mulai 1 November yang sebelumnya ditunda hingga keputusan melantik 14 pejabat yang telah dipecat karena potensi korupsi.
