Tuesday, September 29News That Matters

Usai Bertemu Prabowo, Menhaj Bicara soal Biaya Haji 2027: Kemungkinan…


Wacana Berita, Jakarta –

Calon jemaah haji mulai harus bersiap menghadapi perubahan biaya perjalanan ibadah pada 2027. Pemerintah mengungkap adanya kemungkinan biaya haji tahun depan mengalami kenaikan di tengah perubahan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut berdampak pada harga avtur.

Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf alias Gus Irfan menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026). 

“Kemungkinan naik,” kata Gus Irfan usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Bukan Lagi Puluhan Tahun, Pemerintah Resmi Putuskan Antrean Haji Dipangkas Jadi…

Gus Irfan belum membeberkan berapa besar kenaikan biaya haji yang kemungkinan terjadi pada tahun depan. Ia menegaskan pemerintah masih berupaya mencari jalan keluar agar calon jemaah tetap mendapatkan skema pembiayaan yang tidak terlalu memberatkan.

“Tapi kami akan berusaha mencari, makanya saya tadi minta Arahan Presiden bagaimana kami bisa tidak terlalu memberatkan kepada jemaah,” ujarnya.

Pertemuan dengan Prabowo juga membahas keinginan pemerintah sebelumnya untuk menurunkan biaya haji. Gus Irfan mengakui Presiden memang menghendaki biaya haji turun, tetapi permintaan tersebut disampaikan sebelum situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah mengalami perubahan besar dan berdampak terhadap harga minyak mentah dunia.

“Iya, minta turun karena kemarin belum ada situasi geopolitik Timur Tengah yang luar biasa ini, makanya saya lapor kepada beliau tentang perkembangan terakhir,” ucap dia.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus kembali menghitung sejumlah komponen pembiayaan haji. Gus Irfan mengatakan pihaknya kini mencari sejumlah formulasi agar perubahan angka dalam penyelenggaraan haji tidak membuat beban yang harus ditanggung jemaah melonjak.

“Karena itu kami juga mencari formulasi-formulasi bagaimana kita bisa walaupun angkanya berbeda, tapi jamaah tidak terlalu mendapatkan beban yang cukup besar,” katanya.

Salah satu komponen yang akan kembali diformulasikan adalah Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), yakni biaya yang dibayarkan secara langsung oleh jemaah. Pada tahun ini, Bipih ditetapkan sebesar Rp54.193.806.

Dalam pembahasan bersama Prabowo, Gus Irfan menyebut Presiden memberikan arahan mengenai komposisi pembiayaan haji dengan skema 52 banding 48. Artinya, 52 persen menjadi porsi biaya yang dibayarkan langsung oleh jemaah, sedangkan 48 persen ditanggung melalui subsidi dari nilai manfaat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *