Sunday, September 27News That Matters

Thom Haye Singgung Sejarah Rivalitas Indonesia-Malaysia, Skuad Garuda Sudah Tak Sabar ke GBK


Wacana Berita, Jakarta –

Thom Haye sudah menaruh perhatian khusus pada duel Timnas Indonesia melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Gelandang Tim Merah Putih itu menyadari pertandingan tersebut bukan sekadar laga perebutan tiga poin karena rivalitas kedua negara sudah berlangsung panjang.

Indonesia akan menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 19.30 WIB.

Haye menyebut pertandingan melawan Malaysia sebagai salah satu laga besar yang selalu dinantikan pesepak bola. Dia juga menilai seluruh pemain Indonesia memiliki antusiasme tinggi untuk segera turun menghadapi rivalnya tersebut.

“Sebagai seorang pesepak bola, Anda selalu menantikan pertandingan besar seperti ini. Semua orang tahu sejarah dan skala persaingan antara Indonesia dan Malaysia. Setelah mengamankan tiga poin krusial hari ini, seluruh tim sangat antusias dan siap untuk pertandingan berikutnya,” kata Haye dikutip dari situs FIFA.

Pernyataan Haye tidak lepas dari panjangnya sejarah pertemuan Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan data 11v11 yang tercantum dalam draft, kedua negara sudah berhadapan sebanyak 85 kali di berbagai ajang.

Dari 85 pertandingan tersebut, Indonesia mencatatkan 33 kemenangan. Sebanyak 18 laga berakhir imbang, sedangkan Malaysia meraih 34 kemenangan.

Catatan tersebut memperlihatkan betapa ketatnya persaingan kedua negara. Bahkan, jumlah kemenangan Malaysia masih unggul tipis dari Indonesia menjelang pertemuan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca Juga: Punya Skuad Mentereng dan Main di Kandang Sendiri, Timnas Indonesia Masih Dihantui Satu Masalah

Meski demikian, Indonesia mempunyai memori positif dari pertemuan terakhir kedua tim. Skuad Garuda berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 4-1 pada Piala AFF 2020 yang berlangsung di Singapura pada 19 Desember 2021.

Kali ini, kedua tim kembali bertemu dalam kondisi yang sama-sama positif. Indonesia membawa kemenangan 2-0 atas Singapura pada pertandingan sebelumnya.

Malaysia juga tidak kalah meyakinkan. Tim Harimau Malaya membuka kiprahnya dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh sehingga mengantongi modal yang sama sebelum menghadapi Indonesia.

Situasi tersebut membuat duel di GBK semakin menarik. Kedua tim sama-sama memiliki tiga poin dan pertandingan ini menjadi kesempatan bagi masing-masing negara untuk mengamankan posisi penting di Grup A.

Bagi Haye, faktor persaingan historis menjadi alasan lain mengapa pertandingan tersebut memiliki atmosfer berbeda. Dia melihat laga besar seperti Indonesia versus Malaysia sebagai pertandingan yang memang ditunggu oleh pemain.

Antusiasme itu juga muncul setelah Indonesia mampu meraih tiga poin pada pertandingan sebelumnya. Kemenangan atas Singapura membuat skuad Garuda memiliki kepercayaan diri sebelum menghadapi lawan yang secara historis menjadi salah satu rival terdekatnya di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia pun tidak hanya akan membawa statistik pertemuan ke dalam pertandingan tersebut. Tim Merah Putih harus menunjukkan performa di lapangan untuk mempertahankan momentum sekaligus menjaga peluang berada di posisi teratas Grup A.

Dengan sejarah rivalitas yang panjang dan kondisi kedua tim yang sama-sama mengantongi kemenangan, duel Indonesia versus Malaysia di GBK dipastikan memiliki bobot berbeda. Haye dan rekan-rekannya kini bersiap menjawab rivalitas tersebut melalui pertandingan yang akan menentukan langkah mereka di FIFA ASEAN Cup 2026.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *