Saturday, September 26News That Matters

Ancaman Keras Presiden Iran ke AS! Tegaskan Iran Siap Balas Lebih Kejam Jika Serangan Terus Berlanjut!


Wacana Berita, Jakarta –

Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan bahwa Teheran tidak menginginkan perang dengan Amerika Serikat (AS). Namun, ia memperingatkan Iran akan memberikan respons tegas jika serangan terhadap negaranya kembali dilanjutkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam wawancara dengan wartawan Fox News, Bret Baier, di sela-sela kehadirannya dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, pekan ini.

“Kami tidak pernah memulai perang, namun jika mereka ingin terus berperang melawan kami, kami akan merespons dengan keras dan secara tegas,” ucap Pezeshkian memperingatkan AS, seperti dilansir Press TV, Sabtu (26/9/2026).

Pezeshkian mengatakan Iran selama ini berada dalam posisi membela diri ketika mendapat serangan. Ia menegaskan perang bukan pilihan yang diambil Teheran.

“Kami tidak memilih perang. Perang itu dipaksakan kepada kami. Kami tidak menginginkan perang. Sebaliknya, setiap kami mereka menyerang kami, kami terpaksa membela diri,” kata Pezeshkian dalam wawancara tersebut.

Ia juga menolak tekanan yang menurutnya diarahkan untuk memaksa Iran menyerah di luar ketentuan hukum internasional. Menurut Pezeshkian, tuntutan semacam itu tidak dapat diterima oleh Teheran.

“Dan saat ini, tekanan yang terus mereka berikan kepada kami bertujuan memaksa kami untuk menyerah di luar kerangka hukum internasional, itu adalah sesuatu yang mustahil,” ucapnya.

Konflik yang pecah sejak akhir Februari lalu setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran hingga kini masih berlanjut. Meski sempat ada gencatan senjata rapuh dan MoU pada Juni untuk mengakhiri perang secara permanen, kesepakatan tersebut kemudian kolaps setelah kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.

Pertempuran kembali berlangsung dan AS-Iran saling melancarkan serangan. Perselisihan terkait kendali atas Selat Hormuz turut memperburuk konflik sekaligus membuat upaya diplomasi semakin sulit.

Dalam wawancara tersebut, Pezeshkian juga ditanya mengenai negosiasi tidak langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff di sela-sela Sidang Umum PBB.

Pezeshkian menegaskan bahwa pembahasan tersebut tetap harus berada dalam koridor hukum internasional. “Apa yang dibahas dan dinegosiasikan berada dalam kerangka hukum internasional, dan mencakup hal-hal yang menjadi hak sah kami menurut hukum internasional,” ucapnya.

Ia juga menyatakan Iran “bersedia” menindaklanjuti MoU yang sebelumnya telah disepakati. Namun, menurut Pezeshkian, proses negosiasi masih menghadapi persoalan besar berupa ketidakpercayaan antara Teheran dan Washington.

Baca Juga: Donald Trump Lempar Peringatan Keras ke Xi Jinping! Minta Tiongkok Jangan Coba-coba Bantu Iran!

Pezeshkian mengaitkan persoalan tersebut dengan keputusan Presiden Donald Trump menarik AS secara sepihak dari kesepakatan nuklir tahun 2015.

“Presiden Anda mengoyak kesepakatan itu,” sebutnya.

“Jika kita tidak bisa saling percaya dalam kerangka dialog, bagaimana kita bisa berharap masalah-masalah ini akan pernah bisa diselesaikan?” tanya Pezeshkian.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *