Friday, September 25News That Matters

OJK Dorong Perbankan Perluas Pembiayaan Peternakan di Jawa Barat


Wacana Berita, Bandung –

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan memperluas pembiayaan produktif ke sektor peternakan di Jawa Barat seiring besarnya peran industri perbankan dalam menopang pembiayaan perekonomian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae mengatakan perbankan hingga kini masih menjadi sumber pendanaan terbesar dalam sektor keuangan Indonesia. Porsi pembiayaan dari perbankan disebut mencapai sekitar 80%, sehingga kolaborasi antara industri perbankan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi penting untuk memperluas akses pembiayaan produktif.

“Perbankan sampai hari ini memang masih merupakan sumber pendanaan terbesar di Indonesia. Masih 80 persen pembiayaan sektor keuangan itu datangnya dari perbankan,” ujar Dian di Bandung, Jumat (25/9/2026)

Senada dengan Kepala OJK Jabar, Darwisman mengatakan potensi pembiayaan tersebut perlu diarahkan tidak hanya kepada usaha berskala besar, tetapi juga pelaku UMKM dan peternak di berbagai daerah Jawa Barat.

“Salah satu sektor yang dinilai memiliki ruang pengembangan adalah peternakan, termasuk usaha ayam petelur,”ujarnya

Untuk mendorong hal itu, OJK memfasilitasi sinergi antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, perbankan, lembaga jasa keuangan, lembaga penjamin kredit, dan pelaku usaha.

“Kolaborasi ini diarahkan untuk membentuk ekosistem pembiayaan yang lebih terintegrasi dari sisi akses modal hingga pengembangan usaha,”katanya

Darwisman menambahkan penguatan ekosistem juga mencakup edukasi dan literasi keuangan. Dengan demikian, pembiayaan yang diberikan kepada peternak diharapkan tidak berhenti pada penyaluran kredit, tetapi disertai pendampingan dan dukungan terhadap keberlanjutan usaha.

Sinergi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rantai usaha peternakan, mulai dari peternak, produksi, pemasaran, hingga peluang pengembangan pasar yang lebih luas termasuk ekspor.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatmanmelihat sektor peternakan sebagai salah satu sektor yang berpotensi menjadi pengungkit pencapaian target pembangunan daerah hingga 2029.

Pengembangannya diarahkan pada dua skala sekaligus, yakni industri dan masyarakat. Peternakan berbasis masyarakat dinilai dapat membuka sumber pendapatan baru bagi rumah tangga apabila ditopang akses pembiayaan dan ekosistem usaha yang memadai.

“Jawa Barat harus di atas rata-rata kesejahteraan provinsi yang lainnya di 2029. Dan tentu kita butuh pengungkit, kita butuh leverage. Salah satu yang kami harapkan menjadi leverage itu sektor peternakan,” ujarnya

Peluang tersebut salah satunya terlihat dari budidaya ayam yang dapat dimulai dari skala kecil. Masyarakat yang memperoleh DOC atau anak ayam dapat mengembangkan ternak hingga memasuki masa produktif dan menghasilkan pendapatan dari penjualan.

Skema tersebut menunjukkan bahwa pengembangan peternakan tidak hanya berpotensi dilakukan melalui investasi industri berskala besar, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: OJK Resmi Beri Izin GudangKripto sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital

Baca Juga: Kurang dari 3 Bulan, OJK Rampungkan Aturan Demutualisasi BEI

Karena itu, perluasan pembiayaan ke sektor peternakan membutuhkan dukungan ekosistem secara menyeluruh. Akses kredit perlu berjalan bersama literasi keuangan, pendampingan, kepastian rantai pasok, dan akses pasar.

OJK bersama pemangku kepentingan di Jawa Barat mendorong kolaborasi tersebut agar pembiayaan sektor peternakan dapat semakin produktif, sekaligus memperluas kesempatan usaha dan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Penguatan ekosistem pembiayaan ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor peternakan terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,”pungkasnya



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *