Friday, September 25News That Matters

BEI Masih Godok Aturan FCA, Belum Berlaku 28 September


Wacana Berita, Jakarta –

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan perubahan mekanisme Full Call Auction (FCA) masih dalam tahap kajian. Karena itu, aturan baru FCA belum akan diterapkan pada 28 September 2026.

Menurut Jeffrey, evaluasi FCA masuk dalam agenda revisi peraturan bursa dan masih dikoordinasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Masih sedang dalam proses (di pipeline). Kita koordinasi terus dengan OJK. Karena kita ada beberapa revisi peraturan yang kita selipkan di dalam proses,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Evaluasi FCA berjalan bersamaan dengan penyesuaian aturan lain setelah terbitnya POJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang demutualisasi BEI. Aturan tersebut membuat BEI perlu merevisi sejumlah ketentuan internal, termasuk aturan keanggotaan bursa, serta mencabut aturan mengenai pembelian kembali dan lelang saham bursa.

Jeffrey berharap perubahan FCA dapat mulai diterapkan pada akhir tahun.

Sementara itu, saham di bawah Rp50 yang masih masuk FCA tetap mengikuti mekanisme Papan Pemantauan Khusus. Jika nantinya kembali ke pasar reguler, saham tersebut akan mengikuti aturan auto rejection berdasarkan kelompok harga.

Baca Juga: BEI Mau Batasi Harga Saham di Pasar Negosiasi, Ada Apa?

Baca Juga: Kurang dari 3 Bulan, OJK Rampungkan Aturan Demutualisasi BEI

Baca Juga: Danantara Bakal Kuasai 40% Saham BEI, OJK: Belum Ada Pengajuan Resmi

Untuk saham Rp1-Rp10, batas ARA dan ARB ditetapkan Rp1 secara nominal. Saham Rp11-Rp200 memiliki ARA 35% dan ARB 15%, saham di atas Rp200 hingga Rp5.000 memiliki ARA 25% dan ARB 15%, sedangkan saham di atas Rp5.000 memiliki ARA 20% dan ARB 15%.

Adapun pada Papan Pemantauan Khusus, saham Rp1-Rp10 memiliki batas perubahan harga maksimal Rp1, sedangkan saham di atas Rp10 memiliki batas perubahan maksimal 10% dalam satu sesi.

Sebelumnya, BEI menyatakan penghapusan batas minimum harga saham Rp50 mulai berlaku pada 28 September 2026. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan likuiditas dan memperbaiki proses pembentukan harga saham.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *