
KORAN MANDALA – Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 menjadi momentum bagi masyarakat untuk ikut menjaga dan membangun Kota Bandung.
Mantan Ketua TP PKK Jawa Barat Periode (2013-2018), Atalia Praratya menilai kepemimpinan Wali Kota Bandung saat ini membawa semangat baru, terutama dalam menangani persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah utama Kota Bandung.
“Saya kita ada semangat baru yang ingin dihadirkan Pak Wali Kota. Tadi disampaikan oleh beliau bahwa PR yang paling besar saat ini adalah penanganan sampah,” kata Atalia Kepada Koran Mandala Jum’at (25/9/2026)
Menurutnya, penanganan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga menyinggung program Gaslah serta rencana dukungan perangkat untuk penanganan sampah yang dimulai dari tingkat RT dan RW.
“Tentu pemerintah tidak bisa sendirian, jadi kita harus bersama-sama berkolaborasi,” ujarnya.
Selain sampah, Atalia menyoroti persoalan kemacetan yang menurutnya masih belum sepenuhnya terurai. Kondisi tersebut tidak terlepas dari tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan di Kota Bandung.
“Masalah yang masih belum bisa selesai pada saat ini itu adalah masalah terkait dengan kemacetan. Terkait dengan kemacetan masih belum bisa terurai sampai dengan hari ini,” tuturnya.
Atalia berharap pemerintah dapat menghadirkan upaya lain untuk mengurai persoalan kemacetan, mengingat Bandung tetap menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati.
“Jadi tempat wisata yang diminati, jadi ya paling tidak mungkin nanti ada upaya-upaya lain dari pemerintah untuk mengurai masalah kemacetan itu,” katanya.
Di momentum HJKB ke-216, Atalia juga menitipkan pesan kepada warga Kota Bandung agar terus memiliki kepedulian terhadap kotanya. Menurutnya, rasa cinta terhadap Bandung seharusnya diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kota Bandung kota yang kita cintai. Jadi saya berharap masyarakat tetap mencintai. Kalau dengan cinta, insyaallah mereka akan menghadirkan hati,” kata Atalia.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menyampaikan protes terhadap berbagai persoalan, tetapi ikut mengambil bagian dalam mencari solusi dan melakukan berbagai kebaikan.
“Jadi tidak akan terlalu banyak protes, tapi justru ingin turun tangan. Jadi saya berharap masyarakat Kota Bandung bisa turun tangan ya untuk melakukan berbagai kebaikan,” ujarnya.
Atalia menilai masyarakat Kota Bandung memiliki kreativitas dan pengetahuan yang dapat menjadi kekuatan dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan kota.
“Karena masyarakat Kota Bandung itu mereka kreatif, kemudian juga mereka adalah orang-orang yang punya banyak sekali ilmu di sana,” Ungkapnya
