Thursday, September 24News That Matters

Biaya Plumbing Cuma 5%, Kok Bisa Bikin Rugi Ratusan Kali Lipat?, Rucika Buka Suara


Wacana Berita, Jakarta –

Sistem perpipaan hanya menyumbang sekitar 5%–10% dari total anggaran konstruksi bangunan. Namun, ketika pipa bermasalah, biaya yang muncul bisa jauh lebih besar karena kerusakan dapat memaksa pembongkaran dinding, plafon, keramik hingga pekerjaan finishing bangunan.

Risiko inilah yang menjadi perhatian PT Wahana Duta Jaya Rucika. Produsen sistem perpipaan tersebut menilai pemilihan produk dan pemasangan yang tepat menjadi faktor penting untuk mencegah biaya perbaikan yang tidak terduga.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Rucika mengajak para mitra toko yang tergabung dalam ekosistem Bintang Rucika melihat langsung proses produksi dan quality assurance di pabrik Cibitung. Kegiatan yang digelar pada 3, 4, 9, dan 10 Juni 2026 itu menjadi bagian dari program edukasi sekaligus apresiasi bagi para mitra.

Regional Sales Manager Rucika, William Chendra, mengatakan kunjungan tersebut dirancang agar mitra dapat melihat langsung bagaimana kualitas produk dijaga sejak pemilihan bahan baku hingga proses produksi dan pengujian.

“Dengan membuka akses bagi para mitra untuk melihat langsung proses produksi dan quality assurance di pabrik kami, Rucika ingin menunjukkan bahwa setiap produk yang kami hasilkan telah melalui pengawasan dan pengujian yang ketat sesuai standar internasional,” ujar William.

Dalam sesi edukasi, Rucika menjelaskan sejumlah penyebab kegagalan sistem perpipaan di lapangan, mulai dari kesalahan memilih jenis pipa sesuai kebutuhan suhu dan tekanan air, penanganan yang kurang tepat selama pengiriman maupun pemasangan, hingga produk yang tidak memenuhi standar mutu.

Pasalnya, kebocoran pipa tidak hanya berarti mengganti komponen yang rusak. Jika instalasi berada di balik dinding atau lantai, perbaikan dapat merembet menjadi pekerjaan pembongkaran, penggalian ulang, perbaikan tenaga kerja, hingga terganggunya aktivitas penghuni atau operasional bangunan.

Pemilik toko bangunan asal Malang, Austin, menilai edukasi mengenai pipa dan fitting tersebut membantu mitra memberikan penjelasan yang lebih tepat kepada konsumen.

“Dengan adanya product knowledge yang dijelaskan dengan sangat baik, bisa membantu kita untuk menjelaskan kepada customer bagaimana pipa dan fitting ini digunakan semestinya,” kata Austin.

Corp Brand Communication Department Head Rucika, Reynard Natamihardja, mengatakan kualitas tidak berhenti pada produk, tetapi juga berkaitan dengan rasa aman dan ketenangan pengguna dalam jangka panjang.

“Melalui Plant Tour ini, kami ingin menunjukkan secara transparan bagaimana Rucika menjaga standar kualitas di setiap tahap produksi,” ujar Reynard.

Melalui edukasi dan penguatan product knowledge bagi mitra, Rucika menegaskan komitmennya menghadirkan solusi total sistem perpipaan yang mengutamakan kualitas, inovasi, dan penggunaan produk sesuai kebutuhan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *