
Persaingan partai politik menuju Pemilu 2029 mulai memperlihatkan perubahan berdasarkan hasil survei terbaru Poltracking Indonesia. Salah satu catatan dalam survei tersebut adalah posisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berada di atas Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dalam simulasi surat suara terhadap 18 partai politik, PSI memperoleh elektabilitas 2,3 persen. Sementara PPP berada pada angka 1,9 persen.
Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dan melibatkan 1.220 responden dari 38 provinsi. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro menjelaskan, responden diminta membayangkan berada di bilik suara dan menentukan partai politik atau calon anggota DPR RI yang akan dipilih apabila pemilu digelar saat survei berlangsung.
Di papan atas, Partai Gerindra tercatat memperoleh 23,2 persen. PDI Perjuangan berada di angka 11,6 persen, sedangkan Golkar mencapai 10,4 persen.
Setelah tiga partai tersebut, PKB memperoleh 6,2 persen dan Demokrat 6,1 persen. NasDem tercatat 4,4 persen, disusul PAN 3,4 persen dan PKS 3,3 persen.
Hasil survei juga memperlihatkan masih besarnya kelompok masyarakat yang belum menentukan pilihan. Dalam bahan survei yang dirilis, kelompok undecided voters tercatat mencapai 25,3 persen.
Angka tersebut menunjukkan masih terdapat porsi pemilih yang belum menentukan pilihan politiknya. Kondisi ini membuat perolehan elektabilitas partai masih dapat mengalami perubahan menjelang Pemilu 2029.
Bagi PSI, hasil 2,3 persen menjadi catatan tersendiri karena berada sedikit di atas PPP yang memperoleh 1,9 persen. PSI sendiri merupakan partai yang berdiri pada era reformasi, sedangkan PPP telah berdiri sejak 1973.
Perkembangan tersebut juga terjadi ketika PSI tengah melakukan konsolidasi organisasi. Ketua Dewan Pembina PSI Joko Widodo sebelumnya menyampaikan bahwa target partainya pada Pemilu 2029 tidak hanya sekadar masuk Senayan.
Baca Juga: Kader PSI Bilang Kejengkelan Politik pada Gibran Disebabkan Satu Hal Saja…
“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai,” kata Jokowi saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Kupang pada 31 Juli 2026.
Sementara itu, hasil survei Poltracking ini merupakan gambaran preferensi responden pada periode penelitian dan bukan hasil Pemilu 2029. Dengan waktu menuju pemilu yang masih cukup panjang, angka elektabilitas tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan politik dan pilihan masyarakat.
