Thursday, September 24News That Matters

KAI Commuter Operasikan Kembali 1 KRL Buatan Lokal di Lintas Bogor


Wacana Berita, Jakarta –

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mengoperasikan kembali satu rangkaian KRL buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA seri iE305/CLI-225 di lintas Bogor, usai sarana tersebut selesai menjalani perawatan intensif serta pengujian dinamis untuk memastikan keamanan dan keandalan operasional.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan bahwa rangkaian kedua ini sudah kembali dapat melayani pengguna. KRL CLI 225 merupakan Trainset ke-3 (CLI 225-03) dengan formasi 12 kereta (SF 12). 

“Sebelum kembali didinaskan, sarana ini telah dinyatakan memenuhi seluruh standar keselamatan melalui serangkaian proses verifikasi teknis yang ketat,” jelas Karina, Kamis (24/9/2026).

Dalam mendukung layanan pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek pada peak hours sore ini, rangkaian tersebut dijalankan pada keberangkatan awal dari Stasiun Depok pukul 16.23 WIB. Adapun rute pelayanan yang dijalankan mencakup relasi Depok-Jakarta Kota-Bogor-Jakarta Kota-Bogor-Depok.

Dengan kembali beroperasinya rangkaian CLI 225-03, KAI Commuter berharap dapat memperkuat keandalan sarana di lintas Bogor yang memiliki volume pengguna tinggi, sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan ekstra bagi seluruh pengguna jasa Commuter Line. 

“KAI Commuter terus berkomitmen untuk melakukan perawatan sarana secara berkala dan konsisten guna menjamin keselamatan seluruh perjalanan kereta api,” tandas Karina.

Sebelumnya, PT KAI (Persero) mengeluhkan pengerjaan 16 rangkaian KRL iE305/CLI-225 buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA yang mengalami keterlambatan. Selain itu, beberapa kereta pesanan yang telah diproduksi pun ditarik ulang (recall) pasca ditemukan adanya potensi kendala.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/2026), Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, INKA telat mengirim 9 unit rangkaian KRL pesanan selama lebih dari 1 tahun.  

“Yang 16 unit dari INKA, yaitu yang baru beroperasi itu 7 unit, sementara 9 unitnya ini belum kita terima. Jadi, ada keterlambatan lebih dari 1 tahun,” ujar Bobby. 

Bobby menceritakan, akar masalah dari keterlambatan ini lantaran terbatasnya kapasitas produksi pabrikan INKA yang berlokasi di Madiun, Jawa Timur. 

“Jadi, PT INKA untuk 16 unit ini memproyeksikan kapasitas produksinya mereka yang ke-8 unit per tahunnya. Kenyataannya cuman 2, hanya 2-3 unit yang bisa mereka produksi 2 tahunnya,” jelas dia. 

Baca Juga: KRL Jabodetabek Diperpanjang ke Cikampek dan Lido, KAI Bidik 2 Juta Penumpang

Baca Juga: Molor Lebih dari Setahun, Bos KAI Keluhkan KRL Buatan INKA

Baca Juga: KAI Impor 23 KRL Bekas, Penumpang Jabodetabek Sudah Tembus 1,3 Juta Sehari

Selain itu, KAI pun terpaksa mengirim ulang sebanyak 7 rangkaian KRL ke Madiun. Lantaran ditemukannya potensi kendala yang dapat mengganggu operasional dari kereta bersangkutan. 

“Dan kemarin, 2-3 minggu yang lalu, kami terpaksa me-recall 7 unit trainset di INKA. Ini kenapa? Karena kami menemukan ketika kami melakukan pengecekan, itu ada komponen yang mempunyai potensi untuk mengganggu operasional dari kereta ini,” imbuh Bobby. 

Untungnya, KAI dan PT INKA telah menemukan solusi atas kendala yang terjadi pada kereta made in Madiun tersebut. Sehingga kereta baru itu bisa dioperasikan secara bertahap. 

“Alhamdulillah, kami dengan PT INKA sudah memiliki solusinya. Dan 2-3 hari yang lalu sudah 1 trainset yang kita rilis untuk kembali beroperasi. Hari ini kita akan rilis 1 trainset lagi yang sudah selesai,” kata Bobby.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *